You Might Also Like

Tampilkan postingan dengan label Patroli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Patroli. Tampilkan semua postingan

Siswi Donorojo Umbar Foto Syur

Sebuah Ilustrasi
DONOROJO – Kalangan pelajar di Kabupaten Pacitan heboh dengan beredarnya foto syur yang melibatkan Dn, siswi salah satu sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di Kecamatan Donorojo melalui handphone (HP). ‘’Beredarnya sudah sejak seminggu lalu, dan akhirnya ada guru yang tahu terus anaknya dipanggil,’’ ungkap salah seorang siswa SMKN tersebut kepada Jawa Pos Radar Pacitan, kemarin (8/11).
Dalam foto itu, terlihat Dn hanya mengenakan celana dalam, bra dan kaos singlet. Rambuat panjang Dn juga dibiarkan terurai. Diperkirakan foto itu diambil di salah satu ladang, atau area persawahan. Itu terlihat dari latar belakang foto merupakan tebing dan semak belukar. Dalam foto tersebut, Dn berpose laiknya model majalah dewasa. Dengan tangan kanan memegang kaos yang digulung kebagian dada, dan tangan kiri memegang celana dalam. ‘’Tidak tahu awalnya bagaimana, tiba-tiba fotonya beredar luas. Dan katanya sih untuk dokumen pribadi,’’ jelasnya.
Siswa pria yang mewanti-wanti agar namanya tidak dikorankan itu mengatakan, kejadian itu berawal dari keinginan Dn dan temannya (belum diketahui pacarnya atau bukan, Red) mengambil fotonya yang hanya mengenakan pakaian dalam. Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba foto itu beredar luas antar-HP siswa lainnya. ‘’Sudah nyebar kesemua siswa. Tapi takut dikait-kaitkan jadi banyak yang pura-pura tidak tahu,’’ tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, kepala SMKN asal siswi tersebut, Joko Surjono menjelaskan, kejadian itu sudah di luar kemampuan sekolah. Lantaran, selama ini pihaknya sudah memberikan berbagai pelajaran agama serta pendidikan karakter baik formal dan informal kepada seluruh siswanya. Seperti setiap usai upacara Hari Senin, Joko mengaku seringkali memberikan nasehat agar siswanya selalu bersikap positif dan belajar dengan maksimal. ‘’Kemajuan teknologi informasi, dan rasa keingintahuan siswa yang tinggi bisa jadi membuat siswa ingin mencoba hal baru,’’ kilahnya.
Joko menambahkan jika foto syur yang melibatkan siswinya itu diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Saat itu, siswi yang dikenal pendiam itu sedang mandi di tempat yang sedikit terbuka lantaran air di rumahnya mati. Saat mandi itulah, foto itu diambil dan disebarluaskan kerekan-rekan sekolahnya. ‘’Anaknya juga sempat menangis saat kami tanya, karena tidak tahu kalau foto dirinya diambil,’’ imbuhnya.
Atas kejadian itu, dia dan wakil kepala sekolah serta guru sudah menggelar rapat koordinasi untuk menyikapi kejadian itu. Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil orang tua siswa untuk diberikan pengarahan serta pembinaan. ‘’Siswanya sudah kami panggil, dan saya juga sudah rapat dengan wakasek,’’ jelasnya.
Terkait apakah akan sanksi untuk Dn, Joko masih belum bisa memastikan kebijakan itu. Karena sebagai kepala sekolah, Joko mengaku dilematis. Lantaran di sisi lain foto siswinya yang beredar luas itu sudah melanggar tata tertib sekolah. Namun di sisi lain, jika dikeluarkan hal itu akan berimbas pada keberlangsungan pendidikan siswi tersebut. ‘’Kami sangat dilematis, dan kami akan berkoordinasi dengan kepala dinas pendidikan sebagai atasan kami,’’ tegasnya. (*)

Sumber: Radar Madiun

Industri Rumahan Ekstasi di Tambora Digerebek


Sebuah rumah yang dijadikan tempat pembuatan pil ekstasi di Jl Tubagus Angke, Gg Siaga, RT 09/04, Tambora digerebek aparat Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat, Rabu (16/10). Dari tempat itu, petugas berhasil menyita ribuan pil ekstasi siap edar.

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Fadil Imran mengatakan, penggerebekan tersebut berawal dari penangkapan dua tersangka berinisial JK dan GY di sebuah tempat hiburan malam di Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Dari kedua tersangka, petugas berhasil menyita satu paket narkotika jenis sabu-sabu dan 48 butir pil ekstasi. "Kedua tersangka yang kami tangkap mengaku mendapatkan narkoba dari pasangan suami istri  yang tinggal di Tambora. Dari informasi tersebut barulah kami melakukan penggerebekan ini," ujar Fadil, di lokasi penggerebekan, Rabu (16/10).

Dikatakan Fadil, saat penggerebekan dilakukan, ternyata pasangan suami istri berinisial HY dan HI ini merupakan otak pembuatan pil ekstasi. Sayangnya, saat petugas datang, keduanya ternyata sudah berhasil melarikan diri. Alhasil, petugas hanya menyita sebuah mesin cetak pembuat ekstasi dan ribuan pil ekstasi siap edar, airsoft gun, bahan-bahan pembuat ekstasi, dua kamera CCTV dan lain sebagainya.

"Pasutri tersebut kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kegiatan memproduksi serta mengedarkan pil ekstasi ini sudah dilakukan keduanya selama empat bulan terakhir," ucap mantan Kasat Jatanras Polda Metro Jaya ini.

Dalam sehari, lanjut Fadil, industri rumahan ini mampu memproduksi 300 butir pil ekstasi dengan omset mencapai Rp 90 juta. "Di lingkungan warga, kedua pasutri ini juga tertutup sehingga dapat leluasa menjalankan aktifitasnya," tandasnya. 


Sumber : http://beritajakarta.com

ATM BRI Indomart Di Jalan Brantas Dibobol

Semper Barat- Sebuah Anjungan Tunai Mandiri ( ATM) BRI di dalam supermarket Indomart di Jalan Sungai Brantas RW 1 Semper Barat, Cilincing Jakarta Utara di bobol maling. Dalam aksinya pelaku diduga naik dari tembok kemudian naik ke atap dan membobolnya. Pelaku membobol ATM dengan cara mengelas. Sebab di lokasi ditemukan adanya tabung gas ukuran kecil.
Yayan salah satu karyawan Indomart Sungai Brantas, Semper Barat menjelaskan, saat itu para karyawan baru mau masuk kerja, namun terkejut melihat kepulan asap dekat ATM.
"Saya baru masuk, kaget kok banyak kepulan asap didekat ATM, ternyata tempat penyimpanan uang sudah dirusak" kata Yayan.
Hingga saat ini lokasi kejadian sudah dipasang garis line polisi. Dan terlihat belasan penyidik sedang melakukan olah TKP. Belum ada keterangan dari pihak Kepolisian. Kerugian mencapai ratusan juta. ( Bian)

Sumber : http://www.jakartautara.co/

3 Guru dan 5 Siswi di Empatlawang Rekam Video Pesta Mesum

Dunia pendidikan di Kabupaten Empatlawang benar-benar tercoreng oleh ulah oknum guru dan murid, yang merekam adegan mesum mereka di sungai.

Rekaman yang menyebar setelah diunggah ke jejaring Youtube dan telepon seluler itu menghebohkan masyarakat dan sekolah tempat guru tersebut bertugas.

Menurut informasi yang dihimpun Sriwijaya Post, Minggu (22/9/2013), rekaman video mesum tiga guru honorer SMK Negeri 1 bersama lima murid perempuannya itu diunggah ke Youtube oleh yang bersangkutan sendiri.

Ketiga guru honorer itu berinisial HS, He, dan Yo. Sementara siswa SMK perempuan itu antara lain ialah Di, Se, dan Re. Sementara dua siswa lain, In dan Rt, diketahui masih duduk di bangku SMP.

Dalam rekamanan video berdurasi 08,16 detik itu, sang guru bersama kedua rekan lainnya tengah berbuat tidak senonoh terhadap murid perempuan tersebut.

Video itu diduga direkam di sungai salah satu lokasi wisata Kecamatan Tebingtinggi, yang dikenal dengan nama Muare ini. Adegan seronok ini mendapat sorotan dan kecaman keras dari masyarakat.

"Seorang guru semestinya memberikan contoh dan teladan bagi siswanya. Sebaliknya siswa mesti mencontoh hal yang baik dan konsentrasi menuntut ilmu pendidikan. Bukan sebaliknya, seperti ini adalah tindakan yang tak senonoh," kesal Mulkat, salah seorang warga Tebingtinggi.

Kepala SMKN 1 Tebinggtinggi Syaiful Effendi tidak menampik adanya rekaman video siswanya yang dinilai sudah berbuat asusila dan mengarah pada perbuatan mesum. Dirinya mengaku kaget saat video tersebut menyebar di lingkungan sekolahnya.

"Kami sudah memanggil dan meminta agar wali murid bersangkutan datang hari Senin (23/9/2013) ini. Nantinya akan kami perlihatkan kepada orangtuanya rekaman video tersebut. Kalau prianya bukan guru, melainkan pembantu teknik, dan memang alumnus SMK," ungkapnya. 


Sumber : http://regional.kompas.com/


Video Porno Istri Diunggah ke FB, Suami Emosi

Seorang suami naik pitam saat mengetahui foto dan video porno istrinya dengan lelaki lain diunggah ke situs jejaring sosial Facebook. Kemarahannya semakin meledak saat mengetahui video dan foto itu diunggah di dalam akun milik anaknya sendiri, MII.

Sang suami, M Faisal (37), warga Jalan Kesuma, Sukajadi, Pekanbaru, lantas melaporkan kasus ini ke kantor polisi, Rabu (19/9/2012). Dalam foto dan video itu terlihat adegan sang istri, RE, bersama seorang lelaki, AR.

Kasus ini pertama kali terungkap pada Minggu (26/8/2012) saat Faisal membuka akun Facebook milik anaknya. Di dalam akun itu, Faisal menemukan pesan masuk dari RE dengan foto profil IP allias AR. 

Di dalam pesan Facebook itu ada tulisan yang intinya, AR sudah lama menyimpan cinta dengan istri Faisal. Parahnya, pelaku pengiriman pesan itu juga mengirim foto dan video porno antara AR dan RE. 

Tak hanya itu, AR juga sering mengirim pesan singkat ke telepon selular orangtua Faisal dengan bahasa menghina dan mencaci. Parahnya pula, AR mengirim pesan berisi ancaman akan melakukan perbuatan serupa terhadap anak perempuan Faisal, LHF.

Setelah menunggu agak lama, Faisal melaporkan istrinya dan AR ke kantor polisi. Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Anggaria Lopis saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (20/9/2012), membenarkan ada laporan pornografi tersebut secara tertulis dari jajaran Polresta Pekanbaru masuk ke Polda Riau.

Sumber : kompas.com

 

5 Nenek Penggondol Emas diciduk Polisi

MAGELANG, Komplotan spesialis pencuri emas di Magelang, Jawa Tengah, dibekuk polisi, Rabu (23/11). Para pencuri yang sudah berusia lanjut itu tak dapat berkutik saat polisi memberikan bukti rekaman kamera pengintai atau CCTV.

Dari rekaman itu terlihat kelima nenek itu terlihat tengah beraksi di sebuah mal terbesar di Magelang. Kelima pelaku mencoba mengelabui pemilik toko. Sementara seorang lainnya bertindak mengambil emas yang sudah disisipkan di tangannya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti emas batangan seberat 70 gram, timbangan dan alat pelebur emas. Kini, para nenek ini terpaksa harus berurusan dengan polisi. Atas perbuatan tersebut mereka terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Komitmen Wakapolri Nanan Soekarna Untuk Berantas Mafia Hukum di Polri

Wakapolri yang baru, Komjen Pol Nanan Soekarna, menegaskan komitmennya untuk memberantas anggota kepolisian yang terlibat dalam mafia hukum. Hal itu diungkapkan Nanan Soekarna dalam acara serah terima jabatan (sertijab) di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Selasa (1/3).

"(Anggota polisi) yang terlibat akan diproses sesuai peraturan yang ada," kata Wakapolri, Komjen Pol Nanan Soekarna, di Mabes Polri, Selasa (1/3).

Ia mengatakan, siap meneruskan apa yang telah dilakukan Wakapolri sebelumnya, Komjen Pol Jusuf Manggabarani. Ia juga menyatakan akan menyiapkan staf-staf untuk menegakkan kepemimpinan. Selain itu, ia menegaskan jika dalam pengawasan dan evaluasi anggota Polri, masih ada aturan, sidang kode etik, disiplin dan pidana.

Saat ditanya, apakah sudah mendapatkan instruksi dari Kapolri, Jenderal Pol Timur Pradopo, ia berkelit baru bertugas sebagai Wakapolri. "Tapi saya yakin beliau (Kapolri) akan komitmen apa yang saya kerjakan nanti," pungkasnya.

Wakapolri sebelumnya, Komjen Pol Jusuf Manggabarani, mengatakan agar Wakapolri yang baru dapat meneruskan pekerjaannya. "Teruskan perjuangan untuk bangsa dan negara," imbuhnya.

Komjen Pol Nanan Soekarna diangkat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol Jusuf Manggabarani. Jusuf Manggabarani sendiri kini menjadi Pati (Pejabat Tinggi) Mabes Polri, dalam rangka pensiun.

sumber : republika.co.id

Yoyo "Padi" Ditangkap Polisi Saat Konsumsi Narkoba

Deret selebritis pengguna narkoba bertambah. Salah satu personil Padi, Yoyo tertangkap oleh aparat kepolisian dari bareskrim unit 2 Satnarkoba Mabes Polri. Mantan suami penyanyi Rossa ini kedapatan mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Humas BNN Didik saat dihubungi Tribunnews, Minggu(27/2/2011). Didik mengatakan penangkapan sekitar pukul 02.00 WIB di Apartemen Sudirman Park Tower B.

"Iya betul, Yoyo semalam ditangkap karena menggunakan sabu di apartemen. Namun mengenai jumlah atau beratnya saya belum tahu, silakan konfirmasi langsung ke Bareskrim polri ya," jelas Didik.



sumber : Tribunnews

Polisi Palmerah Tangkap Dua Gadis Pengedar Narkoba

Polisi Polsek Metro Palmerah membekuk lima anggota sindikat pengedar narkotika, dua diantaranya adalah gadis ABG yang masing-masing berusia 15 tahun dan 17 tahun. Kelima tersangka tertangkap tangan membawa narkotika jenis sabu-sabu dan ganja.

Gadis ABG tersebut menjalankan peredaran narkoba bersama dengan tiga orang kurir. Kelimanya kedapatan membawa ganja seberat 850 gram dan sabu-sabu 9 gram. Untuk mengelabuhi petugas, pelaku menaruh sabu-sabu dalam kotak permen dan ganja dalam bungkusan koran.

Informasi dari Kasi Humas Polsek Metro Palmerah, Aiptu Bahrun, Jumat (11/02/2011), para pelaku tertangkap tangan memiliki sabu-sabu dalam kotak permen. Setelah dikembangkan, ditemukan juga narkotika jenis ganja.

Kini, Polsek Metro Palmerah masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringannya.

Inilah Lokasi Rawan Paku di Jakarta

Wilayah sebaran ranjau paku di Jakarta makin meluas saja. Berdasarkan informasi Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, berikut ini jalan-jalan di Jakarta yang banyak ranjau pakunya:

Jakarta Barat

1. Jalan S Parman dari RS Harapan Kita arah lampu merah Slipi (Termasuk flyover Slipi).

2. Dari lampu merah Slipi ke arah Tomang.

Jakarta Selatan

1. Flyover Permata Hijau ke arah Pondok Indah (depan Masjid Istiqomah).

2. Dari William Mobil ke arah lampu merah Kostrad (Jalan Sultan Iskandar Muda).

3. Jalan Prof Satrio (dari Mal Ambassador ke arah Jalan Casablanca).

4. Terowongan Casablanca (ke arah Mal Ambassador).

Jakarta Timur

1. Jalan TB Simatupang (terutama dekat flyover Lenteng Agung dan ke arah Pasar Minggu).

2. Dari Menara Saidah ke arah perempatan Kuningan.

3. Jalan MT Haryono (terutama perempatan Patung Pancoran dan flyover Pancoran).

Jakarta Pusat

1. Jalan Gatot Subroto hingga ke perempatan lampu merah Kuningan dan arah sebaliknya.

2. Jalan Majapahit (dari Tanah Abang menuju Harmoni).

3. Jalan Gatot Subroto dari depan Bank Mandiri sebelum Polda Metro Jaya sampai Semanggi (terutama malam hari jika besoknya libur).

Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau agar para pengendara, khususnya pengendara sepeda motor, lebih waspada jika akan melintas di daerah rawan ranjau paku. Antara lain dengan melakukan tip sebagai berikut:

1. Usahakan mengambil jalur agak ke tengah karena paku-paku biasanya disebarkan di kiri jalan.

2. Selain itu, jangan pernah melindas barang-barang yang keliatannya sepele, semisal bungkus rokok, koran, kantong plastik atau korek api, sebab kemungkinan di dalamnya ada paku.

Sikap Resmi PemKab Musi Rawas Terhadap Putusan PN Lubuk Linggau

Menyikapi putusan Pengadilan Negeri Lubuk Linggau yang tidak menerima gugatan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (NO) dimana dalil-dalil hukum yang dikemukakan majelis hakim penuh dengan kontraversi, tentu Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Bagian Hukum Setda akan melakukan eksaminasi terhadap putusan tersebut. Sebelumnya akan dilakukan pengujian secara akademis oleh kalangan akademisi.

Upaya-upaya perlawanan selain upaya hukum dan upaya politis, juga meminta kepada Komisi Yudisial untuk memeriksa dan meneliti baik putusan maupun majelis yang menangani perkara tersebut. Meskipun demikian Pemerintah Kabupaten Musi Rawas tetap menghormati keputusan tersebut.

Oknum Polisi Tertangkap Bawa Shabu-shabu

MANOKWARI-Seorang anggota Polres Manokwari berinisial PD ditangkap saat membawa Narkoba jenis Shabu-shabu seberat 15 gram, Senin (15/11) di Bandara Rendani. Kini pelaku yang sehari-harinya bertugas di Polsek Manokwari kota ini ditahan di ruang tahanan Polres Manokwari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Polisi juga berhasil menangkap dua orang pelaku lainnya masing-masing berinisial BI dan seorang wanita berinisial RS. Kedua pelaku ini juga diamankan di ruang tahanan Polres Manokwari. Khusus pelaku RS ditahan diruang tahanan wanita. Pelaku RS merupakan residivis dalam kasus yang sama. Hasil pemeriksaan urine, ketiga pelaku positif memakai shabu-shabu.
Pelaksana Harian Kapolres Manokwari AKBP Daniel Priyo Dwi Atmoko, S.Ik yang dikonfirmasi koran ini di ruang kerjanya, Kamis (18/11) membenarkan pihaknya telah berhasil menangkap tiga orang pelaku kasus narkoba. Dimana salah satu pelaku berinisial PD adalah oknum anggota Polres Manokwari.
Daniel juga menjelaskan keterlibatan oknum anggotanya tersebut sebagai kurir saja. Mengenai siapa pemilik sebenarnya narkoba seberat 15 gram tersebut, Daniel mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman hingga ke akar-akarnya. Termasuk kalau masih ada anggota lain yang terlibat pihaknya pasti akan menindak tegas. Bagi anggota polisi yang terbukti terlibat dalam kasus narkoba lanjut Daniel ancaman hukuman paling beratnya adalah pemecatan dari kesatuan.
Hasil pemeriksaan, pelaku PD mengaku ia menjemput narkoba jenis shabu di Bandara Rendani merupakan yang ketiga kalinya. Perbuatan oknum anggota polisi tersebut bersama jaringannya sudah lama dibuntuti oleh petugas dari Polres. (des)
Sumber : PapuaBaratnews 

Disinyalir Sering Dijadikan Tempat Mesum, Warga Gerebek Pos Polisi


MEULABOH - Ratusan warga Gampong Manggi, Kecamatan Panton Reue, Kabupaten Aceh Barat, menjelang dini hari, Sabtu (20/11) sekitar pukul 01.00 WIB menangkap sepasang insan nonmuhrim pada sebuah pos polisi di Meutulang, ibu kota Kecamatan Panton Reue. Tidak kurang 200 warga melakukan penggerebekan sehingga suasana dini hari itu benar-benar geger. Kapolres Aceh Barat sangat menyesalkan kejadian itu.

Menurut informasi, Pos Polisi Meutulang dipersiapkan menjadi Mapolsek Persiapan Panton Reue, namun selama ini masyarakat sering melihat pasangan nonmuhrim keluar masuk pos tersebut, bahkan sering didatangi wanita hingga malam hari.

Tak tahan dengan kondisi tersebut, akhirnya pada Sabtu dini hari itu ratusan warga bergerak secara spontan ke Pos Polisi Meutulang. Warga mendapati sepasang manusia di dalam sebuah kamar dengan kondisi tak mengenakan busana. Warga yang marah melihat kondisi itu langsung mengamuk dan menghajar pasangan tersebut.

Setelah diinterogasi massa, akhirnya diketahui pasangan lelakinya bernama Divan bin Abu Kasem (29), warga Meureubo, Kecamatan Meureubo, sedangkan si wanita, Raida binti Yusuf (25), asal Desa Pungki, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat.

Dalam penggerebekan itu, seorang anggota polisi bernama Saiful yang sedang bertugas di pos melarikan diri ke semak-semak sekitar lokasi kejadian. Tak jelas bagaimana hubungan antara oknum polisi tersebut dengan pasangan nonmuhrim yang ditangkap massa. Namun menurut sebuah kabar, antara Saiful dengan pasangan yang digerebek itu ada hubungan pertemanan. Selain Saiful, di pos itu juga ada seorang personel polisi lainnya namun tak dihakimi massa.

Pasangan Divan dan Raida yang dibekuk massa langsung diserahkan kepada aparat desa setempat guna diproses sesuai ketentuan hukum. Pengamanan terhadap keduanya dilakukan secepatnya, apalagi massa yang mengamuk sempat menghajar si lelakinya hingga babak belur.

Keuchik Manggi, Abu Bakar yang ditanyai Serambi, Sabtu (20/11) membenarkan adanya penangkapan pasangan yang diduga berbuat mesum di Pos Polisi Meutulang. Menurutnya, penangkapan yang dilakukan 200-an warga setempat akibat tak tahan lagi melihat banyaknya pasangan nonmuhrim yang datang ke pos polisi sehingga menjadi bahan gunjingan di kalangan masyarakat.

Penangkapan itu, kata Keuchik Abu Bakar setelah masyarakat melakukan pengintaian sejak pukul 22.00 WIB, Jumat (19/11) malam hingga Sabtu dini hari. “Kecurigaan warga terbukti dengan ditangkapnya satu pasangan di dalam kamar pos tanpa mengenakan busana. Warga marah besar sehingga tak mampu membendung emosi dan menghajar pelaku mesum itu,” kata Abu Bakar.

Pasangan mesum tersebut telah diserahkan oleh aparat desa kepada Polisi Syariat Islam (WH) sedangkan anggota polisi yang sebelumnya melarikan diri, menurut informasi sudah ditangkap.

Membenarkan
Kasatpol PP dan WH Aceh Barat, HT Ahmad Dadek SH melalui Komandan Operasi WH T Abdurrazak SPdi kepada Serambi membenarkan sedang menangani pasangan yang diduga bernuat mesum di pos polisi Kecamatan Panton Reue. Menurutnya, pasangan nonmuhrim yang ditangkap itu melanggar Qanun Syariat Islam Nomor 14 Tahun 2003 tentang Khalwat/Mesum.

Menurut Abdurrazak, pelaku mesum itu telah diserahkan ke Mapolres Aceh Barat untuk proses hukum selanjutnya, sedangkan laki-laki bernama Divan, hingga kemarin masih dirawat intensif di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Melanggar
Kapolres Aceh Barat, AKBP Djoko Widodo Msi yang dimintai konfirmasinya membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan warga di Pos Polisi Kecamatan Panton Reue, Sabtu (20/11) dini hari.

Menurut Kapolres Djoko Widodo, kasus itu sedang ditangani oleh pihak P3D Polres Aceh Barat guna melakukan pemeriksaan terhadap anggota kepolisian yang diduga terlibat. “Saya belum dapat laporan resmi dari P3D, jadi saya belum bisa berikan keterangan secara lebih rinci,” kata Kapolres Aceh Barat menjawab Serambi, Sabtu (20/11).

Menurut Kapolres Widodo, dirinya sangat menyesalkan terjadinya insiden di Pos Polisi Panton Reue dan berjanji akan menindak tegas siapapun yang terlibat termasuk anak buahnya. Menurut AKBP Djoko Widodo, apa yang dilakukan anak buahnya merupakan melanggaran aturan dan etika kepolisian.

Kapolres Aceh Barat mengungkapkan, sebelumnya anggota kepolisian setempat juga pernah memiliki kasus serupa sehingga hal itu akan dilakukan penindakan tegas supaya tak terulang lagi. “Nanti kalau sudah ada perkembangan terbaru dari hasil penyelidikan, akan saya beri keterangan lebih lanjut,” demikian Kapolres Aceh Barat.(edi)

Sumber : serambinews

Korban Tewas Banjir Semarang Jadi Enam

SEMARANG - Salah seorang korban banjir yang terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Beringin di kawasan Mangkang, Kota Semarang, Selasa sore, ditemukan tewas dalam kondisi telah membusuk.

Mayat laki-laki yang berusia belasan tahun tersebut ditemukan oleh Hasan (33), warga RT 01 RW 01 Kelurahan Mangunharjo, Mangkang Wetan, Semarang, pada Kamis (18/11/2010) sekitar pukul 08.30 WIB di sebuah kolam ikan yang berjarak sekitar 100 meter dari rel kereta api.

"Awalnya saya hendak membersihkan kolam ikan namun tidak jadi setelah melihat benda seperti telapak tangan dan kaki manusia yang sudah dikerubuti belatung," katanya yang langsung memberitahu beberapa warga setempat.

Setelah memastikan bahwa benda yang ditemukan tersebut tubuh manusia yang berada di antara tanaman air dan potongan kayu sisa bangunan, saksi melaporkan ke Kepolisian Sektor Tugu dan Kepolisian Resor Kota Besar Semarang.

Menurut dia, saat ditemukan korban dalam posisi terapung dan tertelungkup di kolam ikan dengan bagian kepala menghadap ke arah timur serta sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap yang cukup menyengat.

Selain itu, korban juga mengenakan kaos biru, celana panjang warna gelap, dan ikat pinggang hitam.

Setelah pemeriksaan sementara selesai dilakukan kepolisian, mayat korban kemudian dibawa oleh beberapa anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk diotopsi.

Menurut keterangan beberapa warga di sekitar lokasi penemuan, korban diduga merupakan warga Kota Pekalongan, Jawa Tengah, yang berada di dalam mobil Suzuki APV bernomor polisi G 8786 GB yang terseret arus banjir hingga ke saluran air.

"Beberapa hari setelah banjir, ada satu keluarga asal Kota Pekalongan mencari keberadaan anggota keluarganya yang bernama M Kurniawan berusia 11 tahun, yang hilang," ujar Maryati (30), warga setempat.

Dengan penemuan mayat ini maka korban tewas dalam banjir yang terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Beringin di kawasan Mangkang, Kota Semarang, bertambah satu menjadi enam orang.

Kelima korban tewas yang sudah ditemukan, Yayuk (55), PNS Kabupaten Kendal, yang saat ditemukan di dalam mobil Toyota Starlet yang terseret banjir, serta dua anak dari suami istri Zaenuri dan Annah yakni Irfan (2) dan balita berumur dua bulan.

Kemudian, Mohammad Abdul Rozak (1,5) cucu Siti Aisah (50), warga Kampung Dondong, RT 01 RW 06 Kelurahan Wonosari, Ngalian, dan Suryati (25), warga Kelurahan Mangunharjo.

Sumber : Kompas.com

Bupati Jember Dituntut Tiga Tahun

SURABAYA, KOMPAS.com - Bupati (nonaktif) Jember MZA Djalal dituntut hukuman penjara selama tiga tahun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan mesin daur ulang aspal senilai Rp 1,4 miliar.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (18/11/2010) Jaksa Penuntut Umum, Maharyuning Wulan menganggap terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melanggar Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang diubah menjadi Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta dan mengembalikan kerugian keuangan negara senilai Rp 459 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

Penyelundupan Penyu ke Bali Digagalkan

KUTA, KOMPAS.com- Sebanyak 87 ekor penyu hijau (Chelonia mydas) yang merupakan satwa langka dan dilindungi, diselamatkan oleh aparat Polair Polda Bali dari upaya penyelundupan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Upaya penyelundupan ini terbongkar setelah polisi mencurigai sebuah kapal yang berhenti di sekitar 9 mil dari perairan Kubu Tambahan Kabupaten Karangasem Bali, Rabu (17/11/2010) pukul 13.00 WITA. Dengan menggunakan Kapal Polisi 224, tim buser dari Dit.Reskrim Pol Air Polda Bali kemudian berangkat ke tengah laut untuk memeriksa kapal tersebut.

Setelah memeriksa isi kapal bernama KM Cahaya Rahmat ini polisi menemukan ada 87 penyu hijau yang rata-rata berusia di atas 50 tahun di tersebar dek kapal. "Penyu itu diambil dari perairan Sulawesi Tenggara dan kapalnya ditangkap saat sedang menghubungi pelanggannya di perairan Kubu," ujar Kapolda Bali Irjen Pol Hadiatmoko di Kuta, kamis (18/11/2010).

Polisi kemudian menarik kapal KM Cahaya tersebut ke perairan Kubu, Karangasem dan mengamankan nahkoda yang bernama Habong. Pria 39 tahun yang berasal dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara ini mengaku penyu-penyu tersebut akan dijual kepada seseorang yang berada di Bali.

"Penyu -penyu ini saya ambil dan rencananya saya jual sendiri karena di Bali laku keras dan harganya mahal," ujarnya kepada wartawan siang tadi. Atas tindakannya ini tersangka dijerat pasal 21 ayat 2 undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang KSDA dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Ibu dan Anak Mandi Darah Ditebas Komplotan Rampok

LANGSA - Aksi kejahatan terjadi lagi di Aceh Timur. Empat orang yang disebut-sebut menggunakan senjata tajam secara sadis membacok anak dan istri seorang tauke karet di Gampong Beurandang, Dusun Tanjung Geuntang, Kecamatan Rantau Panjang Peureulak. Setelah sukses menyikat uang tunai Rp 15 juta beserta perhiasan plus surat-surat kendaraan, pelaku langsung kabur meninggalkan kedua korban dalam keadaan mandi darah.

Kasus menggegerkan itu terjadi selepas magrib, Senin (15/11) sekitar pukul 19.15 WIB. Waktu itu tauke karet bernama Aris Gasati (36) sedang ke luar rumah membeli rokok. Istri Aris bernama Siti Ainun (32) bersama anak semata wayang mereka bernama Gusti Randa (5) sedang santai di rumah sambil nonton televisi dan mendengar musik.

Dalam suasana yang tenang itu, tiba-tiba seseorang yang tak dikenal bertubuh tegap dan berambut cepak menggunakan penutup wajah dari kain sarung menerobos masuk. Tanpa tanya ini itu, orang tersebut langsung menyabetkan parang panjang ke bagian belakang tubuh Siti Ainun. Darah segar muncrat.

Mendapat serangan mendadak itu, dengan reflek Ainun menoleh ke belakang. Ternyata tanpa rasa kasihan, pelaku kembali menghantamkan senjata lainnya berupa potongan kayu bulat ke tubuh Siti Ainun. Hampir bersamaan dengan itu, seorang pelaku lainnya menyerbu ke depan TV dan alat pemutar DVD sambil membesarkan volumenya dengan tujuan kegaduhan di dalam rumah tidak memancing kecurigaan warga lainnya.

Melihat ibundanya dianiaya tanpa ampun, bocah Gusti Randa menjerit sambil meminta agar penjahat tak lagi memukuli dan membacok ibunya. Kondisi Siti Ainun waktu itu benar-benar kritis, karena darah segar terus muncrat dari beberapa bagian tubuhnya yang terkena bacokan.

Yang terjadi kemudian sungguh tragis. Jangankan mendengarkan permohonan sang bocah, malah pelaku juga ikut membacok Gusti Randa. “Benar-benar biadab aksi mereka,” ujar Mariati (33), salah seorang adik Aris Gasati yang ditemui Serambi di RSUD Langsa, Selasa (16/11).

Menurut Mariati yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian, komplotan pelaku yang berjumlah empat orang itu semuanya menggunakan penutup kepala seperti sebo dari kain sarung warna gelap. Komplotan itu membacok dan menganiaya kedua korban hingga mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh seperti di bagian kepala dan tangan hingga harus mendapatkan puluhan jahitan. “Biadap sekali aksi mereka,” tandas Mariati sambil menahan kesedihan.

Dipergoki TNI
Mariati menjelaskan, ketika kakak ipar dan keponakannya sedang berjuang melawan maut, tiba-tiba dua anggota TNI yang juga teman dari Aris Gasati datang bertamu ke rumah korban. “Mereka biasa bertamu ke rumah untuk ngobrol-ngobrol dengan abang saya,” ujar Mariati.

Kedua anggota TNI itu datang ke rumah Aris dengan mengendarai sepeda motor. Ternyata kedatangan kedua aparat hukum itu diketahui oleh komplotan perampok sehingga dengan gerakan cepat komplotan itu kabur ke arah belakang rumah--menyeberangi sungai--sambil membawa hasil jarahannya.

Mengetahui terjadinya aksi perampokan, kedua aparat TNI tersebut langsung mengejar pelakunya namun tak berhasil. Komplotan itu kabur meninggalkan sendal dan sepatu sport di lokasi kejadian. Tak lama kemudian puluhan personel polisi dari Polres Aceh Timur berada di lokasi.

Mariati juga menceritakan, ketika dirinya mengetahui terjadi kasus perampokan itu, dia langsung bergegas ke rumah korban. Tanpa buang waktu, Mariati membawa kakak ipar dan keponakannya yang bersimbah darah ke pos kesehatan (polindes) setempat. Namun karena kondisi korban parah, malam itu juga korban dibawa ke RSUD Idi dan selanjutnya dirujuk lagi ke RSUD Langsa.

Sumber-sumber medis di RSUD Langsa mengatakan, Siti Ainun mengalami luka bacokan serius, di antaranya di bagian leher, bagian dagu hingga bibir, dan bahu kanan. Luka-luka tersebut harus mendapatkan jahitan berlapis.

Kondisi Gusti Randa juga tak kalah buruknya. Bocah ini mengalami luka bacokan di bagian lengan kiri dan bagian kepala yang juga harus dijahit secara berlapis. “Kedua korban mengalami pendarahan hebat,” kata seorang sumber medis.

Informasi terbaru yang diterima Serambi menyebutkan, karena kondisi luka Siti Ainun sangat parah, akhirnya pada Selasa (16/11) pihak RSUD Langsa merujuk korban ke salah satu rumah sakit di Medan. Sedangkan kondisi Gusti Randa dilaporkan mulai membaik meski masih harus dirawat intensif. Kasus perampokan itu sedang dalam pengusutan aparat kepolisian di Aceh Timur. Namun hingga tadi malam belum diperoleh konfirmasi menyangkut pengembangan penyelidikan.(c42)

Sumber : Serambinews

Kasus Pelesiran Gayus Diselesaikan dalam Sepuluh Hari

Liputan6.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Timur Pradopo di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji akan menyelesaikan skandal pelesiran terdakwa mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan ke Bali dalam 10 hari. Tak hanya itu, Kapolri juga menyatakan masyarakat akan melihat akhir kasus ini secara terbuka.

"Pelanggaran anggota maupun pelanggaran hukum yang dilakukan Gayus semuanya diproses di pengadilan umum," kata Kapolri dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta Pusat, baru-baru ini. "Artinya, masyarakat akan mengikuti peradilan itu tersebuka sebagai bagian dari transparan."

Pernyataan Kapolri ini setelah dipanggil Presiden Yudhoyono, kemarin. Pemanggilan itu bukan untuk mengintervensi, tapi meminta ketegasan Polri menuntaskan kasus ini sesegera mungkin.

Sebelumnya, Menko Polhukam Djoko Suyanto juga meminta Kapolri segera menuntaskan kasus Gayus yang keluar dari Rutan Mako Brimob Kepala Dua, Depok, Jawa Barat. "Saya sampaikan kepada Kapolri, ini adalah titik awal kerja beliau pada bulan pertama, beliau tuntaskan kasus ini sebaik-baiknya," ujar Djoko [baca: Menko Polhukam Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Gayus].

Skandal pelesiran Gayus terbongkar setelah beredar foto-foto mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu tengah melancong ke Bali bersama istrinya. Namun, berkembang kabar, kepergian Gayus tidak hanya plesiran, melainkan bertemu dengan seorang pengusaha kakap yang diduga kuat terlibat dalam permainan pajak. (BOG) 
 

Selundupkan Ganja, Turis Jepang Ditangkap di Bali

Liputan6.com, Bali: Yuki Morita, turis asal Jepang ditangkap di Bali, baru-baru ini. Dia dituduh menyelundupkan enam kilogram ganja siap edar.

Polisi menangkap Morita di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai setibanya dari Bangkok, Thailand. Tersangka diketahui menyembunyikan narkoba di kopernya.

Di depan polisi, Morita mengaku membeli ganja di India. Rencananya, barang tersebut akan dibawa ke Australia. Di Indonesia, penyelundupan lima kilogram obat-obatan terlarang atau lebih akan dikenakan hukuman mati.(NHK/ULF).

Kasus Gayus, Polri Periksa Eks Karutan Brimob

VIVAnews - Komisaris Polisi Iwan Siswanto, mantan Kepala Rutan Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, pagi ini akan menjalani pemeriksaan. Tersangka kasus pelesirnya mafia pajak Gayus Tambunan itu akan diperiksa sebagai saksi.
"Kali ini merupakan pemeriksaan kedua sebagai saksi. Rencananya akan diperiksa sekitar pukul 11.00 WIB," kata pengacara Iwan, Berlin Pandiangan, dalam keterangan kepada VIVAnews.com, Kamis 17 November 2010.
Menurut Berlin, kliennya akan diperiksa sebagai saksi dari delapan anak buahnya yang sudah menjadi tersangka. Pemeriksaan akan dilakukan di Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri.
Pemeriksaan yang dijalani Iwan ada dua bagian, yakni oleh Bareskrim dan Provos. "Kalau sebagai tersangka sudah tiga kali diperiksa," jelas Berlin.
Berlin kembali menegaskan bahwa istri dari kliennya memang sakit keras. Itu merupakan salah satu alasan Iwan menerima dana Rp368 juta dari mantan pegawai pajak Golongan IIIA itu.
"Istrinya itu dari luar kelihatannya sehat. Tapi menderita penyakit dalam. Salah operasi saat usus buntu, sudah empat kali operasi. Maka itu mencoba ke pengobatan alternatif," kata Berlin.
Dalam kasus pelesir ini, Gayus juga sudah ditetapkan menjadi tersangka. Gayus sendiri sudah mengaku berada di Bali, dan menonton kompetisi tenis internasional.

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)