You Might Also Like

Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Tengah. Tampilkan semua postingan

Pembangunan Rel Kereta Api

KALTENG Wakil Gubernur Kalteng H Achmad Diran menjelaskan bahwa pembangunan rel kereta api (KA) di Provinsi Kalteng, khususnya di wilayah Barito bisa menurunkan pencemaran di daerah aliran sungai (DAS) Barito.
Hal ini dikatakan Wagub Achmad Diran dalam dialog interaktif bertema “Ekspose Perhitungan Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Barito” di Jakarta, Kamis (31/10).
Menurut Wagub, pembangunan rel KA ini merupakan salah satu solusi dari Pemerintah Provinsi Kalteng untuk tetap memperhatikan lingkungan. ”Pembangunan rel KA diharapkan bisa menurunkan pencemaran di DAS Barito, yakni melalui pembangunan rel kereta api (KA) sepanjang 425 km dari Puruk Cahu (Kabupaten Murung Raya)–Bangkuang (Barsel) hingga Batanjung (Kapuas),” jelasnya.

Wagub mengatakan bahwa salah satu pencemaran alur sungai itu berasal dari limbah perusahaan dan aktivitas lainnya. Dengan pengangkutan hasil tambang dan sumber daya alam lainnya menggunakan rel KA diharap bisa menekan tingkat pencemaran tersebut.
Dalam pertemuan itu, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mengimbau para kepala daerah dan instansi di sepanjang wilayah yang dilalui Sungai Barito di Provinsi Kalteng dan Kalsel, untuk ikut serta dalam upaya penurunan beban pencemaran sungai tersebut.
“Kami mengimbau para kepala daerah, yaitu para gubernur, bupati, dan walikota. serta instansi teknis di sepanjang Sungai Barito untuk berkomitmen kuat menurunkan beban pencemaran di Sungai Barito,” kata Balthasar.

Sumber : ATN Center.
Photo Ilustrasi : media/railway

Pemkab Barut Salurkan 300 Unit PLTS

MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut), melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) setempat, pada tahun 2013 ini kembali mengaloksikan 300 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk meningkatkan pasokan listrik di sejumlah kecamatan di daerah ini.
 
Kepala Distamben Barut, Ir Suriawan Prihandi MP melalui Kepala Bidang Energi Sarwo Mulyo mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan tahapan lelang dan rencananya disalurkan pada Desember 2013.
 
“Ratusan unit fasilitas listrik tenaga matahari itu rencananya akan disalurkan untuk sejumlah kecamatan di Kabupaten Barito Utara yang desanya tidak mendapat aliran listrik,” kata Sarwo.
 
Dikatakannya, saat ini ribuan warga masyarakat tinggal di desa terpencil meliputi sembilan kecamatan membutuhkan PLTS karena belum tersedia jaringan listrik. “Saat ini sejumlah desa yang akan menerima PLTS itu sudah ditetapkan melalui surat keputusan bupati setempat,” katanya tanpa merinci desa yang akan dapat PLTS itu. Sarwo mengatakan pada tahun 2012 telah disalurkan 300 unit PLTS untuk tiga desa di wilayah Kecamatan Lahei yakni desa Rahaden 150 unit, Bengahon 10 unit dan Hurung Enef 50 unit.
 
Ditambahkannya, saat ini ribuan warga masyarakat tinggal di desa terpencil meliputi sembilan kecamatan membutuhkan PLTS karena belum tersedia jaringan listrik. “Kami bersyukur tahun ini alokasi PLTS untuk warga bertambah dibanding tahun lalu yang hanya puluhan unit,” katanya.
 
Pada 2011 lalu hanya disetujui melalui APBD kabupaten sebanyak 54 unit PLTS untuk dua desa di kecamatan pedalaman. PLTS itu, kata dia, telah disalurkan masing-masing 27 unit untuk warga yang tinggal di pedalaman Sungai Teweh (anak Sungai Barito) yakni Desa Liang Naga Kecamatan Teweh Tengah dan Muara Wakat Kecamatan Teweh Timur.
 
Puluhan PLTS itu merupakan bantuan dari pemerintah daerah melalui dana APBD kabupaten, sedang dari Provinsi Kalteng selama dua tahun anggaran atau pada 2010 dan 2011 belum ada bantuan, padahal usulan selalu disampaikan.   
 
Program PLTS ini sudah dilakukan sejak 2006 hingga sekarang sudah terpasang sekitar lima ratusan unit di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Teweh Tengah, Gunung Timang, Lahei, Montallat, Teweh Timur, dan Gunung Purei. “Ratusan unit itu dipasang untuk rumah tangga, fasilitas pendidikan, dan kesehatan di desa terpencil,”.
 
Satu unit PLTS berupa “solar cell” berkapasitas 50 watt, aki kering 70 ampere, kotak regulator otomatis, dan lampu neon DC 12 volt. Selama ini, kecamatan yang belum menikmati listrik dari  PLN hanya Kecamatan Gunung Purei.
 
Meski di daerah pedalaman itu tersedia pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), namun hanya listrik di pedesaan, sedangkan lima kecamatan lainnya sudah dilengkapi PLTD dari PLN setempat. “Namun listrik PLN maupun listrik desa hanya menjangkau rumah warga yang tinggal di ibu kota kecamatan, sedangkan masyarakat tidak menikmati listrik masih banyak,” katanya.(Humpro/agaujulian)

Ruko Pemkab Gumas Siap Dipasarkan

Rumah Toko (Ruko) yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) dalam mengembangkan bidang niaga di Kabupaten Gumas kini telah selesai di dibangun dan Pemkab Gumas telah memberikan kesempatan kepada masyarakat yang berminat untuk menyewa Ruko tersebut dapat mengajukan permohonan kepada Pemkab Gumas dengan tujuan Bupati Gumas.
Asisten II Setda Gumas, Yansiterson,MSi, mengatakan, ruko yang dibangun tersebut adalah merupakan asset dari Pemkab Gumas dan untuk sistem penyewaan Ruko tersebut tidak akan diperkenankan pemindah tanganan atau kontrak jual beli antara Pemkab dengan calon peminat hal ini dikarena bahwa ruko tersebut tetap menjadi asset bagi Pemkab Gumas oleh sebab itu ruko tersebut dilakukan kontrak sewa.
“Proses dalam penyewaan ruko tersebut tidak sulit peminat cukup mengajukan permohonan kepada Bupati Gumas dengan mencantumkan Nama yang jelas Alamat serta rencana blok ruko tersebut digunakan untuk apa dan peminat harus melampirkan poto copy Kartu Tanda Penduduk dan berkas tersebut diserahakan kepada bidang ekonomi pembangunan di Setda Kabupaten Gumas yang kemudian akan direkap oleh petugas dan seluruh berkas tersebut akan dievaluasi atau diperiksa oleh tim dan hasil dari penelitian ini tentu aka nada yang gugur jika pemohon ini lebih dari blok ruko yang akan disewakan oleh Pemkab Gumas,” ungkap Yansiterson kepada Ppost diruang kerjanya kemaren (23/13).
Rumah Toko yang dibangunan dan merupakan aset Pemkab Gumas kini telah selesai dibangunan dan ditawarkan kepada masyarakat yang berminat dapat mengajukan permohonan penyewaan kepada Pemkab Gumas yang diserahkan kepada Bagian Ekonomi Setda Gumas.
Ia menambahkan, jika nantinya telah ditentukan para pemohon yang dapat diterima sebagai penyewa Ruko tersebut akan diberikan Surat Keputusan Bupati Gumas  kemudian para pemohon ini akan menanda tangani penrjanjian Kontrak Sewa antara Peminat dengan Bapak Sekretaris Daerah selaku pengelola barang daerah dan jika semua telah selesai maka satu hal yang sangat dilarang oleh Pemkab yaitu pemindah tanganan dengan orang lain yang tidak mendapat Surat Keputusan jika nantinya hal tersebut terjadi maka Surat Keputusan yang telah diberikan akan dicabut kembali sehingga kontrak sewa akan putus dan ini semua akan diatur dalam peraturan Bupati Gumas,jelasnya.
Sedangkan untuk biaya sewa nantinya aka nada rumus yang dapat menentukan besarnya biaya sewa yaitu tergantung dengan besaran dari ruang ruko yang akan disewa yang berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia  dan pihak Pemkab Gumas telah coba menghitung biaya sewa berkisar antara 15 juta hingga 25 juta per tahun yang harus dibayar oleh pihak peminat nantinya.nth

140 Jemaah Haji Asal Kotim Siap Diberangkatkan

alt
SAMPIT- Sebanyak 140 jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur resmi dilepas oleh Bupati Kotim H. Supian Hadi S.Ikom di gedung Serba Guna Sampit, Kamis (3 /10) pagi.
Jemaah   haji asal  Kotim masuk dalam kloter 11 embarkasi Antara Palangka Raya tersebut akan berangkat pada siang nanti jam 13.00 WIB. Rombongan jemaah haji akan berangkat menggunakan armada bus yang sudah disediakan sebanyak 4 bus. Rombongan akan dikawal langsung oleh petugas dari Dishubkominfo dan kepolisian.
Dalam laporan kepala Kementerian Agama Sampit, Syamsudin menerangkan agar jemaah haji sebagai tamu Allah benar-benar mempersiapkan diri untuk ibadah. Menjaga kesehatan dan lebih khusu’ agar ibadah yang dijalankan benar-benar sesuai dengan niat.
Untuk pendamping haji dipilih satu orang mewakili dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur. Rencananya jemaah akan masuk asrama haji Palangka Raya pukul 6 sore untuk istirahat sebelum berangkat ke Banjarmasin dan terbang menggunakan Garuda Indonesia ke Tanah Suci.
Dalam kesempatan yang sama Bupati Kotim juga berpesan agar para jemaah saling berkoordinasi jangan sampai terpisah dari rombongan. “ Smoga para jemaah haji asal Kotim semua menjadi haji ma’brur dan menjadi kiblat tauladan baik sikap maupun ilmu setelah pulang nanti” Terangnya.
Selesai memberikan sambutan, Bupati Kotim menyerahkan roll banner kepada pembimbing haji dilanjutkan dengan memberikan selamat jalan resmi dilepasnya 140 orang untuk menjalankan ibadah ke tanah suci. (ger)

KALIMANTAN TENGAH

Kabupaten dan Kota

Provinsi Kalimantan Tengah dibagi menjadi beberapa Daerah Tingkat II, yaitu:
No.  Kabupaten/Kota                              Ibu kota
1 Kabupaten Barito Selatan Buntok
2 Kabupaten Barito Timur Tamiang
3 Kabupaten Barito Utara Muara Teweh
4 Kabupaten Gunung Mas Kuala Kurun
5 Kabupaten Kapuas Kuala Kapuas
6 Kabupaten Katingan Kasongan
7 Kabupaten Kotawaringin Barat Pangkalan Bun
8 Kabupaten Kotawaringin Timur Sampit
9 Kabupaten Lamandau Nanga Bulik
10 Kabupaten Murung Raya Purukcahu
11 Kabupaten Pulang Pisau Pulang Pisau
12 Kabupaten Sukamara Sukamara
13 Kabupaten Seruyan Kuala Pembuang
14 Kota Palangka Raya -


Kalimantan Tengah adalah salah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Ibukotanya adalah Palangka Raya.
Provinsi ini mempunyai 13 kabupaten dan 1 kotamadya.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sejarah

Pada abad ke-14 Lambung Mangkurat memerintah kerajaan Negara Dipa dengan wilayahnya dari Tanjung Silat sampai Tanjung Puting dengan daerah-daerah yang disebut Sakai, yaitu daerah sungai Barito, Tabalong, Balangan, Pitap, Alai, Amandit, Labuan Amas, Biaju Kecil/Kapuas, Biaju Besar/Kahayan, Sebangau, Mendawai, Katingan, Sampit dan Pembuang yang berada dibawah para Mantri Sakai, tidak termasuk wilayah Kotawaringin yang di masa itu merupakan kerajaan tersendiri.
Selanjutnya Kalimantan Tengah masih termasuk dalam wilayah Kesultanan Banjar, penerus Negara Dipa. Pada abad ke-16, berkuasalah Raja Maruhum Panambahan yang beristrikan Nyai Diang Lawai, seorang puteri Dayak anak Patih Rumbih dari Biaju. Raja Maruhum memerintahkan Dipati Ngganding untuk memerintah di negeri Kotawaringin. Dipati Ngganding digantikan oleh menantunya, yaitu Pangeran Dipati Anta-Kasuma putra Raja Maruhum sebagai raja Kotawaringin yang pertama dengan gelar Ratu Kota Waringin. Pangeran Dipati Anta-Kasuma adalah suami dari Andin Juluk, putri Dipati Ngganding dan Nyai Tapu puteri Mantri Kahayan. Di Kotawaringin Pangeran Dipati Anta-Kasuma menikahi wanita setempat dan memperoleh anak, yaitu Pangeran Amas dan Putri Lanting. Pangeran Amas yang bergelar Ratu Amas inilah yang menjadi raja Kotawaringin, penggantinya berlanjut hingga Raja Kotawaringin sekarang, yaitu Pangeran Ratu Alidin Sukma Alamsyah.
Sesuai traktat 13 Agustus 1787, Sultan Tahmidullah II dari Banjar menyerahkan daerah-daerah di Kalimantan Tengah, Kalimatan Timur, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan (termasuk Banjarmasin) kepada VOC, sedangkan Kesultanan Banjar sendiri dengan wilayahnya yang tersisa (daerah Martapura sampai Tamiang Layang-Mangkatip) menjadi daerah protektorat VOC, Belanda. Pada tanggal 4 Mei 1826 Sultan Adam al-Watsiqu Billah dari Banjar menegaskan kembali penyerahan wilayah Kalimantan Tengah beserta daerah lainnya kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

[sunting] Kondisi dan Sumber Daya Alam

[sunting] Kondisi Alam

Bagian Utara terdiri Pegunungan Muller Swachner dan perbukitan, bagian Selatan dataran rendah, rawa dan paya-paya. Berbatasan dengan tiga Provinsi Indonesia, yaitu Kalimantan Timur, Selatan dan Barat serta Laut Jawa. Wilayah ini beriklim tropis lembab yang dilintasi oleh garis equator.

[sunting] Keanekaragaman Hayati

Banyak yang belum diketahui, dengan ragam wilayah pantai, gunung/bukit, dataran rendah dan paya, segala macam vegetasi tropis mendominasi alam daerah ini. Orangutan merupakan hewan endemik yang masih banyak di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting yang memiliki areal mencapai 300.000 ha di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Terdapat beruang, landak, owa-owa, beruk, kera, bekantan, trenggiling, buaya, kukang, paus air tawar (tampahas), arwana, manjuhan, biota laut, penyu, bulus, burung rangkong, betet/beo dan hewan lain yang bervariasi tinggi.

[sunting] Sumber Daya Alam

Hutan mendominasi wilayah 80%. Hutan primer tersisa sekitar 25% dari luas wilayah. Lahan yang luas saat ini mulai didominasi kebun Kelapa Sawit yang mencapai 700.000 ha (2007). Perkebunan karet dan rotan rakyat masih tersebar hampir diseluruh daerah, terutama di Kabupaten Kapuas, Katingan, Pulang Pisau, Gunung Mas dan Kotawaringin Timur.
Banyak ragam potensi sumber alam, antara lain yang sudah diusahakan berupa tambang batubara, emas, zirkon, besi. Terdapat pula tembaga, kaolin, batu permata dan lain-lain.

[sunting] Sosial Kemasyarakatan

[sunting] Suku Bangsa


Busana Adat Kotawarigin Barat yang dipengaruh budaya Melayu-Banjar dan Jawa.
Sebutan umum suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah adalah suku Dayak Ngaju (dominan), suku lainnya yang tinggal di pesisir adalah Banjar Melayu Pantai merupakan 24,20% populasi. Disamping itu ada pula suku Jawa, Madura, Bugis dan lain-lain. Gabungan suku Dayak (Ngaju, Sampit, Maanyan, Bakumpai) mencapai 37,90%.[2]
Suku Dayak di Kalimantan Tengah antara lain:

[sunting] Bahasa

Menurut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Tengah, bahasa daerah (lokal) terdapat pada 11 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang meliputi 9 bahasa dominan dan 13 bahasa minoritas, yaitu:
  • Bahasa dominan :
  1. Bahasa Melayu
  2. Bahasa Banjar
  3. Bahasa Ngaju
  4. Bahasa Manyan
  5. Bahasa Ot Danum
  6. Bahasa Katingan
  7. Bahasa Bakumpai
  8. Bahasa Tamuan
  9. Bahasa Sampit[3]
  • Bahasa kelompok minoritas :
  1. Bahasa Mentaya
  2. Bahasa Pembuang
  3. Bahasa Dusun Kalahien
  4. Bahasa Balai
  5. Bahasa Bulik
  6. Bahasa Mendawai
  7. Bahasa Dusun Bayan
  8. Bahasa Dusun Tawoyan
  9. Bahasa Dusun Lawangan
  10. Bahasa Dayak Barean
  11. Bahasa Dayak Bara Injey
  12. Bahasa Kadoreh
  13. Bahasa Waringin
  14. Bahasa Kuhin (bahasa daerah pedalaman Seruyan Hulu)

[sunting] Agama

Seperti daerah lain di Indonesia, di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat berbagai jenis agama dan kepercayaan yang menyebar diseluruh daerah ini, antara lain :
  1. Islam
  2. Kristen Prostestan
  3. Katolik
  4. Hindu Bali
  5. Budha
  6. Hindu Kaharingan
Kaharingan adalah kepercayaan penduduk asli Kalimantan Tengah yang hanya terdapat di daerah Kalimantan sehingga untuk dapat diakui sebagai agama maka digabungkan dalam agama Hindu. Penganut Agama Hindu Kaharingan tersebar di daerah Kalimantan Tengah dan banyak terdapat di bagian hulu sungai, antara lain hulu sungai Kahayan, sungai Katingan dan hulu sungai lainnya.

[sunting] Pendidikan

Geliat dunia pendidikan di Kalimantan Tengah sekarang sedang berkembang dengan pesat. Hal tersebut ditandai dengan bermunculannya berbagai lembaga pendidikan serta keberadaan beberapa Universitas dan Sekolah Tinggi di Kalimantan Tengah.
Universitas Negeri Palangka Raya merupakan Universitas Negeri yang ada di Kalimantan Tengah, selain itu terdapat Universitas Muhammadiyah serta beberapa sekolah tinggi lainnya yang ikut memberikan sumbangan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Tengah, seperti Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Tambun Bungai serta Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Palangka Raya. Tak lupa pula berbagai Universitas maupun Sekolah Tinggi rintisan yang terdapat di Kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah.

[sunting] Pemerintahan

[sunting] Kabupaten dan Kota

Provinsi Kalimantan Tengah dibagi menjadi beberapa Daerah Tingkat II, yaitu:
No. Kabupaten/Kota Ibu kota
1 Kabupaten Barito Selatan Buntok
2 Kabupaten Barito Timur Tamiang
3 Kabupaten Barito Utara Muara Teweh
4 Kabupaten Gunung Mas Kuala Kurun
5 Kabupaten Kapuas Kuala Kapuas
6 Kabupaten Katingan Kasongan
7 Kabupaten Kotawaringin Barat Pangkalan Bun
8 Kabupaten Kotawaringin Timur Sampit
9 Kabupaten Lamandau Nanga Bulik
10 Kabupaten Murung Raya Purukcahu
11 Kabupaten Pulang Pisau Pulang Pisau
12 Kabupaten Sukamara Sukamara
13 Kabupaten Seruyan Kuala Pembuang
14 Kota Palangka Raya -

[sunting] Daftar gubernur

No. Foto Nama Dari Sampai Keterangan
1. RTA Milono.jpg R.T.A. Milono 1 Januari 1957 30 Juni 1958
2. Tjilik Riwut.jpg Tjilik Riwut 30 Juni 1958 Februari 1967
3. ReynouldSilvanus1.jpg Reinout Sylvanus Februari 1967 3 Oktober 1978
4. WA Gara.jpg Willy Annania Gara 3 Oktober 1978 7 Oktober 1983
5. Eddy Sabara.jpg Eddy Sabara 7 Oktober 1983 23 Januari 1984
6. Gatot Amrih.jpg Gatot Amrih 23 Oktober 1984 21 Januari 1989
7.
Suparmanto 23 Januari 1989 22 Januari 1993
8.
Warsito Rasman 17 Juli 1994 Juli 1999
9.
Rappiudin Hamarung Juli 1999 8 Maret 2000
10.
Asmawi Agani 8 Maret 2000 23 Maret 2005
11. Sodjuangan-situmorang-060809.jpg Sodjuangan Situmorang 23 Maret 2005 4 Agustus 2005 Penjabat Gubernur
12. Agustin-teras-narang.jpg Agustin Teras Narang 4 Agustus 2005 3 Agustus 2010 periode pertama
13. Agustin-teras-narang.jpg Agustin Teras Narang 4 Agustus 2010 sekarang periode kedua

[sunting] Perekonomian

[sunting] Tenaga Kerja

Penduduk Usia 15 Tahun Lebih Menurut Kegiatan[4]
Kegiatan Utama Februari 2006 Agustus 2006 Februari 2007 Februari 2008
Penduduk Usia 15 Tahun Lebih 1.387.244 1.398.307 1.411.568 1.438.271
Angkatan Kerja 991.764 944.266 1.100.430 1.077.831
Bekerja 991.764 944.266 1.045.186 1.026.211

[sunting] Potensi Perikanan

Potensi perikanan di Kalimantan Tengah sangat besar, khususnya perikanan air tawar. Hal itu dikarenakan luasnya wilayah perairan tawar seperti sungai, danau dan rawa di Kalimantan Tengah.

[sunting] Pertambangan

Sebagian besar penduduk di wilayah Katingan, Khususnya Kecamatan Katingan Tengah bermata pencaharian sebagai petani dan penambang. Hasil tambang utama yang diperoleh adalah emas dan puya (pasir zirkon) yang berwarna merah. Masyarakat dalam melakukan penambangan masih bersifat tradisional sehingga hasil yang diperoleh tidak optimal.

[sunting] Transportasi

Bandar udara Tjilik Riwut Palangka Raya telah bisa melayani penerbangan dari dan ke Surabaya dan Jakarta direct, menggunakan pesawat jet berbadan lebar jenis Boeing 737-200, 737-300 dan 737-400. Penerbangan ini dilayani oleh 3 maskapai, yaitu: Sriwijaya Air, Garuda Indonesia dan Batavia Air. Bandar udara kesayangan masyarakat Palangka Raya ini memiliki pcn 29 fczu, bisa dilintasi dengan mobil maupun taksi.

[sunting] Seni dan Budaya

[sunting] Seni Musik

Seni musik yang dikenal di daerah ini antara lain:
Chordophone
  • Kacapi
  • Rebab
Idiophone
  • Berbagai jenis Gong
  • Kangkanung
Membranophone
  • Berbagai jenis Kendang (Gandang)
  • Katambung

[sunting] Seni Vokal

Seni vokal yang populer di wilayah ini adalah:
  • Karungut
  • Kandan
  • Mansana
  • Kalalai Lalai
  • Ngendau
  • Natum
  • Dodoi
  • Marung

[sunting] Tarian

Jenis-jenis tarian yang terdapat di daerah ini antara lain:
  • Tari Hugo dan Huda
  • Tari Putri Malawen
  • Tari Tuntung Tulus dari Barito Timur
  • Tari Giring-giring
  • Manasai
  • Tari Balian Bawo
  • Tari Balian Dadas
  • Manganjan

[sunting] Seni Kriya

Seni kriya yang berkembang di wilayah ini adalah:
  • Seni Pahat patung Sapundu
  • Seni lukis
  • Tatto
  • Anyaman
  • Seni dari bahan Getah Nyatu

[sunting] Seni bela diri

[sunting] Upacara Adat

  • Wadian
  • Upacara Tiwah (upacara memindahkan tulang belulang keluarga yang telah meninggal)
  • Wara (upacara pemindahan tulang belulang keluarga yang telah meninggal)
  • Balian (upacara atau prosesi pengobatan)
  • Potong Pantan (upacara peresmian atau penyambutan tamu kehormatan)
  • Mapalas (upacara membuang sial atau membersihkan diri dari malapetaka)
  • Ijambe (upacara pemindahan tulang belulang keluarga yang telah meninggal)

[sunting] Pakaian Pengantin

Pengantin pria Kalimantan Tengah memakai celana panjang sampai lutut, selempit perak atau tali pinggang dan tutup kepala. Perhiasan yang dipakai adalah inuk atau kalung panjang, cekoang atau kalung pendek dan kalung yang terbuat dari gigi binatang. Pengantin wanita memakai kain berupa rok pendek, rompi, ikat kepala dengan hiasan bulu enggang, kalung dan subang.

[sunting] Daftar Nama Kapolres di Wilayah Hukum Polda Kalimantan Tengah

  • Kapolresta Palangka Raya: AKBP Andreas Wayan Wisaksono, SIK
  • Kapolres Katingan: AKBP Teuku Saladin, SH
  • Kapolres Kotawaringin Timur: AKBP Abdul Hasyim, SH, M.Si
  • Kapolres Kotawaringin Barat: AKBP Nuryadi Purtono, SIK
  • Kapolres Lamandau: AKBP Gusde Wardana
  • Kapolres Seruyan: AKBP Gunawan Prijambodo, SIK
  • Kapolres Sukamara: AKBP I Nyoman Artana
  • Kapolres Kapuas: AKBP Wisnu Putra, SIK
  • Kapolres Pulang Pisau: AKBP I Putu T Mahayana
  • Kapolres Gunung Mas: AKBP I Made Dewa Butirwa, SST, MK
  • Kapolres Barito Utara: AKBP Drs. Yan Frist Kaiway
  • Kapolres Barito Selatan: AKBP Drs. Juhana Zulfan, MM
  • Kapolres Barito Timur: AKBP Bermen J.P. Sianturi, SIK
  • Kapolres Murung Raya: AKBP Yus Fadillah, SIK

[sunting] Pranala luar

[sunting] Referensi

  1. ^ Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. Institute of Southeast Asian Studies. 2003. 
  2. ^ (id) Riwanto Tirtosudarmo, Mencari Indonesia: demografi-politik pasca-Soeharto, Yayasan Obor Indonesia, 2007, ISBN 979-799-083-4, 9789797990831
  3. ^ Bahasa Sampit
  4. ^ Sumber: Badan Pusat Statisktik, Provinsi Kalimantan Tengah
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Tengah

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)