You Might Also Like

Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Timur. Tampilkan semua postingan

PNS Harus Terapkan Budaya Disiplin

TANJUNG SELOR – Bupati H. Budiman Arifin sempat menyinggung peserta sosialisasi budaya kerja di lingkungan Pemkab Bulungan yang digelar Bagian Organisasi Setkab selama dua hari sejak Senin (7/10).
Terutama pada peserta yang terlambat hadir. Apalagi, sosialisasi yang digelar tersebut tentang budaya kerja, yang tentunya terkait dengan kedispilinan. Tidak hanya itu, Bupati juga sempat mengomentari jam dimulainya kegiatan yang sempat molor dari jadwal semula sesuai undangan 08.30 Wita menjadi pukul 09.00 Wita. Untuk itu, bupati berharap setiap kegiatan harus dimulai tepat waktu. “Kedisiplinan harus bisa menjadi budaya kerja yang hendaknya dilaksanakan dan menjadi tangung jawab kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di SKPD-nya masing-masing,” kata Bupati di sela sambutannya membuka sosialisasi yang mendatangkan staf ahli Kementerian Pemberdayaan dan Aparatur Negera (KemenPAN) dra Rini Panganti MAP dan Wasito, Senin (7/10).
Diapun mencontohkan, kedisiplinan yang harus dilaksanakan di SKPD masing-masing seperti melaksanakan pekerjaannya dengan baik, tanpa harus menunda-menunda pekerjaan. Apalagi, era PNS dulu dengan sekarang sangat jauh berbeda. Karena saat ini PNS sudah dimanjakan dengan modernisasi kemajuan teknologi seperti komputer maupun fasilitas lainnya. “Sekarang lebih enak dibandingkan dulu. Jadi tak ada alasan untuk tidak bekerja dengan baik,” ungkapnya.
Sementara terkait dengan sosialisasi tersebut, salah satu narasumber, Rini, menjelaskan sosialisasi ini merupakan bagian dari area perubahan reformasi birokrasi, dalam rangka merubah mindset PNS. Dengan harapan PNS bisa menggali nilai-nilai budaya yang dapat mendorong dan dapat mempercepat pelayanan reformasi birokrasi dalam mencapai visi dan misi Kabupaten Bulungan. “Harus ada peningkatan pelayanan, peningkatan kinerja, jauh dari korupsi, dan yang tak kalah pentingnya teman-teman (PNS, Red.) di sini (peserta) punya perilaku yang baik dalam mengimplementasikan budaya yang mereka gali,” ujarnya ketika ditemui sebelum menyampaikan materi di ruang serbaguna kantor bupati pada Senin lalu.
Untuk kedisplinan PNS sendiri, kata Rini, sudah diatur dalam peraturan pemerintah Nomor 42 Tahun 2004, tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil. Dalam PP tersebut, PNS punya kode etik dan harus profesional, serta dapat bekerja sama. Tinggal bagaimana mengimplementasikan di masing-masing SKPD. “Peniaian kinerja PNS juga ada nanti. Dalam sosialisasi ini juga dijelaskan, jadi nyambung. Kalau sudah punya nilai profesional dia akan meningkatkan kinerjanya, dan itu ada penilaian kinerjanya, kata Rini.
“Nah, kalau sudah akutabilitas dia sudah harus jauh dari korupsi dan semua intrumen-instrumen ini dalam rangka memperkuat jati diri,” katanya lagi.
Untuk diketahui kegiatan ini diikuti semua perwakilan SKPD, termasuk camat dan lurah se-Kabupaten Bulungan. (RT/hms-adm)



Wali Kota Pantau RT Peserta CGH


Balikpapan, Humpro - Tim juri lomba Clean, Green and Healthy (CGH) tingkat kota Balikpapan yang dipimpin Syamsul Munir Asnawi memantau kondisi lingkungan peserta, pada Minggu (6/10) dimulai dari RT 41 Kelurahan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan.

Tim juri didampingi langsung Wali Kota Rizal Effendi bersama Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Robi Ruswanto. Pada pemantauan tersebut, ada lima RT yang dikunjungi, yakni RT 41, 43, 45 Sepinggan, RT 17 Klandasan Ulu dan RT 23 Telagasari.
"Kesadaran akan pentingnya lingkungan berbasis CGH itu harus dari hati. Kesadaran lingkungan melalui CGH ini sangat penting untuk masyarakat sendiri," kata Rizal Effendi di hadapan puluhan warga di RT 41 Sepinggan, Kompleks Perumahan Alam Sepinggan Asri (ASA), Balikpapan Selatan. Rizal berharap melalui lomba CGH, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal kecil yakni lingkungan keluarga.
Rizal juga menjelaskan permasalahan lingkungan yang harus menjadi perhatian bagi warganya, khususnya soal peningkatan hidup melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) hingga soal air bersih. Khusus air bersih, wali kota ingin warganya berhati-hati menggunakan sumur yang berpotensi tercemar bakteri e-coli yang berasal dari septic tank.
Dalam roadshow kemarin, wali kota juga didampingi Camat Balikpapan Selatan Masrani Subiyani dan Lurah Sepinggan Nyoto Harsono untuk melihat langsung lingkungan para peserta CGH. Selain melakukan peninjauan, Wali Kota juga meresmikan bank sampah Maju Bersama Sentosa (Mabes) di RT 17 Klandasan Ulu. (Tim Liputan)

Ini Tanggapan Kakanwil Kaltim Terkait Sipir LP Samarinda Pakai Narkoba


Samarinda - Pegawai Lapas Kelas IIA Samarinda, Su, kini mendekam di sel tahanan Mapolresta Samarinda, dengan dugaan keterlibatannya sebagai sindikat pengedar narkoba. Sudah tertangkap karena dugaan narkoba, sipir tersebut kini terancam dipecat.

"Perilaku tidak terpuji petugas jadi perhatian semua. Jangan mencemarkan institusi karena ulah oknum," kata Kepala Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Kaltim, Leo Detri, kepada detikcom melalui telepon, Selasa (1/10/2013) malam.

Pasca ditangkap oleh kepolisian terkait keterlibatan Su, Leo menegaskan pihaknya telah melakukan evaluasi internal jajaran pemasyarakatan tidak hanya bagi Lapas Kelas IIA Samarinda, juga seluruh Kaltim termasuk Kaltara (Kalimantan Utara).

"Kita lakukan pembinaan internal ke dalam. Diduga memang Su yang memasukan itu (sabu) ke dalam Lapas. Dia seolah-olah sebagai kurir," ujar Leo.

Leo mengapresiasi proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian. Menurut dia, melalui penyelidikan kepolisian, nanti akan diketahui kepastiannya hingga putusan pengadilan.

"Kalau sudah vonis terhadap dia (Su), sanksi-nya adalah pemberhentian Tidak Dengan Hormat. Ini peringatan keras bagi jajaran pemasyarakatan tidak hanya di Kaltim, bahkan se-Indonesia," tambahnya.

"Becermin dari kasus ini, petugas pemasyarakatan jangan bermain-main. Jangan menggunting dalam lipatan," tutupnya.

Seperti diberitakan, Satuan Reskoba Polresta Samarinda membongkar sindikat pengedar sabu yang diduga dikendalikan dari dalam Lapas Kelas IIA Samarinda. Barang bukti antara lain berupa 42,71 gram sabu, 12 telepon selular serta 2 buku tabungan, disitia petugas.

Lima orang tersangka AY, Bu, Fh, Rh dan oknum pegawai Lapas Samarinda, Su, kini mendekam di sel tahanan sementara Polresta Samarinda. Diduga kuat, Su, memasukan sabu dari luar ke dalam Lapas. Transaksi penjualan sabu yang dikendalikan dari dalam Lapas Samarinda mencapai 1 ons tiap bulannya.


Sumber : http://news.detik.com/

KALIMANTAN TIMUR

Kabupaten dan Kota

No.    Kabupaten/Kota                                Ibu kota
1 Kabupaten Berau Tanjungredep
2 Kabupaten Bulungan Tanjungselor
3 Kabupaten Kutai Barat Sendawar
4 Kabupaten Kutai Kartanegara Tenggarong
5 Kabupaten Kutai Timur Sangatta
6 Kabupaten Malinau Malinau
7 Kabupaten Nunukan Nunukan
8 Kabupaten Paser Tanah Grogot
9 Kabupaten Penajam Paser Utara Penajam
10 Kabupaten Tana Tidung Tideng Pale
11 Kota Balikpapan -
12 Kota Bontang -
13 Kota Samarinda -
14 Kota Tarakan -

Kalimantan Timur adalah Daerah Tingkat I yang berstatus provinsi di Indonesia. Provinsi ini merupakan salah satu dari empat provinsi di Kalimantan.
Kalimantan Timur merupakan provinsi terluas kedua di Indonesia, dengan luas wilayah 245.237,80 km2 atau sekitar satu setengah kali Pulau Jawa dan Madura atau 11% dari total luas wilayah Indonesia. Propinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur.[3]

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sejarah

Sebelum masuknya suku-suku dari Sarawak dan suku-suku pendatang dari luar pulau, wilayah ini sangat jarang penduduknya. Sebelum kedatangan Belanda terdapat beberapa kerajaan yang berada di Kalimantan Timur, diantaranya adalah Kerajaan Kutai (beragama Hindu), Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Kesultanan Pasir, Kesultanan Bulungan.
Menurut Hikayat Banjar, wilayah Kalimantan Timur (Pasir, Kutai, Berau, Karasikan) merupakan sebagian dari wilayah taklukan Kesultanan Banjar, bahkan sejak jaman Hindu. Dalam Hikayat Banjar menyebutkan bahwa pada paruh pertama abad ke-17 Sultan Makassar meminjam tanah sebagai tempat berdagang meliputi wilayah timur dan tenggara Kalimantan kepada Sultan Mustain Billah dari Banjar pada waktu Kiai Martasura diutus ke Makassar dan mengadakan perjanjian dengan I Mangngadaccinna Daeng I Ba’le’ Sultan Mahmud Karaeng Pattingalloang yaitu Sultan Tallo yang menjabat mangkubumi bagi Sultan Malikussaid Raja Gowa tahun 1638-1654 yang akan menjadikan wilayah Kalimantan Timur sebagai tempat berdagang bagi Kesultanan Makassar (Gowa-Tallo)[6], dengan demikian mulai berdatanganlah etnis asal Sulawesi Selatan. Sejak 13 Agustus 1787, Sultan Tahmidullah II dari Banjar menyerahkan Kalimantan Timur mejadi milik perusahaan VOC-Belanda dan Kesultanan Banjar sendiri dengan wilayahnya yang tersisa menjadi daerah protektorat VOC-Belanda. Sesuai traktat 1 Januari 1817, Sultan Sulaiman dari Banjar menyerahkan Kalimantan Timur, Kalimatan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan (termasuk Banjarmasin) kepada Hindia-Belanda. Pada tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam al-Watsiq Billah dari Banjar menegaskan kembali penyerahan wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Selatan kepada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.[7] Pada tahun 1846, Belanda mulai menempatkan Asisten Residen di Samarinda untuk wilayah Borneo Timur (sekarang propinsi Kalimantan Timur dan bagian timur Kalimantan Selatan) bernama H. Von Dewall. [8]
Propinsi Kalimantan Timur selain sebagai kesatuan administrasi, juga sebagai kesatuan ekologis dan historis. Kalimantan Timur sebagai wilayah administrasi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 dengan Gubernurnya yang pertama adalah APT Pranoto.
Sebelumnya Kalimantan Timur merupakan salah satu karesidenan dari Provinsi Kalimantan. Sesuai dengan aspirasi rakyat, sejak tahun 1956 wilayahnya dimekarkan menjadi tiga Provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Kantor Gubernur Kalimantan Timur

[sunting] Pembentukan provinsi Kalimantan Timur

Daerah-daerah Tingkat II di dalam wilayah Kalimantan Timur, dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 27 Tahun 1959, Tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1955 No.9).
Lembaran Negara No.72 Tahun 1959 terdiri atas:
  1. Kotamadya Samarinda, dengan Kota Samarinda sebagai ibukotanya dan sekaligus sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Timur.
  2. Kotamadya Balikpapan, dengan kota Balikpapan sebagai ibukotanya dan merupakan pintu gerbang Kalimantan Timur.
  1. Kabupaten Kutai, dengan ibukotanya Tenggarong
  2. Kabupaten Pasir, dengan ibukotanya Tanah Grogot.
  3. Kabupaten Berau, dengan ibukotanya Tanjung Redeb.
  4. Kabupaten Bulungan, dengan ibukotanya Tanjung Selor.

[sunting] Pembentukan Kota dan Kabupaten Baru


Gedung DPRD Kaltim
Berdarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 1981, maka dibentuk Kota Administratif Bontang di wilayah Kabupaten Kutai dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1989, maka dibentuk pula Kota Madya Tarakan di wilayah Kabupaten Bulungan. Dalam Perkembangan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan di dalam UU No. 22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah, maka dibentuk 2 Kota dan 4 kabupaten, yaitu :
  1. Kabupaten Kutai Barat, beribukota di Sendawar.
  2. Kabupaten Kutai Timur, beribukota di Sangatta.
  3. Kabupaten Malinau, beribukota di Malinau.
  4. Kabupaten Nunukan, beribukota di Nunukan.
  5. Kota Bontang (peningkatan kota administratif Bontang menjadi kota madya).
Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 2002, maka Kabupaten Pasir mengalami pemekaran dan pemekarannya bernama Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pada tanggal 17 Juli 2007, DPR RI sepakat menyetujui berdirinya Tana Tidung sebagai kabupaten baru di Kalimantan Timur, maka jumlah keseluruhan kabupaten/kota di Kalimantan Timur menjadi 14. Pada tahun yang sama, nama Kabupaten Pasir berubah menjadi Kabupaten Paser berdasarkan PP No. 49 Tahun 2007.

[sunting] Pemerintahan

[sunting] Gubernur

No. Foto Nama Dari Sampai
1. Aji pangeran tumenggung.jpg A.P.T. Pranoto 1956 1962
2. Inche Abdoel Moeis.jpg I.A. Moeis[9] 1959 1959
3. 03-Gubernur-03 A Moes Hasan.jpg A. Moeis Hasan 10 Agustus 1962 14 September 1966
4. Soekadio.jpg Soekadio 1966 1967
5. Abdulwahabsyahranie.jpg Abdoel Wahab Sjahranie 1967 1978
6. Errysoepardjan.jpg Ery Soepardjan 1978 1983
7. Soewandi-roestam.jpg H. Soewandi 1983 1988
8. 09-gubernur-09 HM Ardans.jpg H.M. Ardans, SH 1988 1998
9. 10-Gubernur-10 Suwarna AF.jpg Suwarna A.F.[10] 1998 2006
10. Yurnalisngayoh.jpg Drs. Yurnalis Ngayoh[11] 8 Desember 2006 3 Juli 2008

Tarmizi abdul karim.JPG Tarmizi Abdul Karim[12] 3 Juli 2008 17 Desember 2008
11. Drs H Awang Faroek Ishak, MM, M.Si.jpg Awang Faroek Ishak[13] 17 Desember 2008 sekarang

[sunting] Daftar wakil gubernur

No. Nama Dari Sampai Keterangan
1. H.M. Ardans, SH 1983 1988
2. H. Harsono, S.Sos 1988 1993
3. Suwarna A.F. 1993 1998
4. Drs.H. Chaidir Hafiedz 1998 2002
5. Drs. Yurnalis Ngayoh 1998 2003
6. Drs. Yurnalis Ngayoh 2003 2006
7. Farid Wadjdy 2008 sekarang
Saat ini Gubernur dijabat oleh Awang Faroek Ishak. Ia mencalonkan diri sebagai menjadi Gubernur Kalimantan Timur pada tahun 2008 dan akhirnya terpilih pada putaran kedua dan dilantik pada 17 Desember 2008.

[sunting] Pembantu Gubernur

Selanjutnya sebagai perpanjangan tangan dari Gubernur Kepala Dearah Tingkat I Kalimantan Timur dalam mengelola Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan di daerah ini, dibentuk 2 (dua) Pembantu Gubernur yang bertugas Mengkoordinir Wilayah Utara dan Wilayah Selatan.
  1. Pembantu Gubernur Wilayah Utara, berkedudukan di Kota Tarakan yang dalam hal ini merupakan perpanjangan tangan Gubernur untuk Wilayah Kabupaten Berau, Bulungan dan Kota Administratif Tarakan.
  2. Pembantu Gubernur Wilayah Selatan, berkedudukan di Kota Balikpapan yang dalam hal ini merupakan perpanjangan tangan Gubernur untuk Kotamadya Balikpapan, Kabupaten Kutai, Kabupaten Paser dan Kota Administratif Bontang.
Kemudian institusi dua Pembantu Gubernur Kalimantan Timur Wilayah Selatan dan Utara tersebut telah ditiadakan sejak tahun 1999. Kebijakan penghapusan Institusi ini semata-mata untuk memenuhi ketentuan Undang-undang No. 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah.

[sunting] Kabupaten dan Kota

No. Kabupaten/Kota Ibu kota
1 Kabupaten Berau Tanjungredep
2 Kabupaten Bulungan Tanjungselor
3 Kabupaten Kutai Barat Sendawar
4 Kabupaten Kutai Kartanegara Tenggarong
5 Kabupaten Kutai Timur Sangatta
6 Kabupaten Malinau Malinau
7 Kabupaten Nunukan Nunukan
8 Kabupaten Paser Tanah Grogot
9 Kabupaten Penajam Paser Utara Penajam
10 Kabupaten Tana Tidung Tideng Pale
11 Kota Balikpapan -
12 Kota Bontang -
13 Kota Samarinda -
14 Kota Tarakan -

[sunting] Kondisi Geografis dan Sumber Daya Alam


Salah satu kawasan Hutan hujan tropis di Pujungan, Malinau.
Kalimantan Timur merupakan propinsi terluas di Indonesia, dengan luas wilayah kurang lebih 245.237,80 km² atau sekitar satu setengah kali Pulau Jawa dan Madura atau 11% dari total luas wilayah Indonesia. Propinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur.[14]

[sunting] Keanekaragaman Hayati

Di kalimantan timur kira-kira tumbuh sekitar 1000-189.000 jenis tumbuhan antara lain anggrek hitam yang harga per bunganya dapat mencapai 100.000-500.000.

[sunting] Sumber Daya Alam

Masalah sumber daya alam di sini terutama adalah penebangan hutan ilegal yang memusnahkan hutan hujan, selain itu Taman Nasional Kutai yang berada di Kab. Kutai Timur ini juga dirambah hutannya. Kurang dari setengah hutan hujan yang masih tersisa, seperti Taman Nasional Kayan Mentarang di bagian utara provinsi ini. Pemerintah lokal masih berusaha untuk menghentikan kebiasaan yang merusak ini.

[sunting] Perekonomian

Hasil utama provinsi ini adalah hasil tambang seperti minyak, gas alam, dan batu bara. Sektor lain yangkini sedang berkembang adalah agrikultur, pariwisata, dan industri pengolahan.
Beberapa daerah seperti Balikpapan dan Bontang mulai mengembangkan kawasan industri berbagai bidang demi mempercepat pertumbuhan perekonomian. Sementara kabupaten-kabupaten di Kaltim kini mulai membuka wilayahnya untuk dibuat perkebunan seperti kelapa sawit, dll.
Kalimantan Timur memiliki beberapa tujuan pariwisata yang menarik seperti kepulauan Derawan di Berau, Taman Nasional Kayan Mentarang dan Pantai Batu Lamampu di Nunukan, peternakan buaya di Balikpapan, peternakan rusa di Penajam, Kampung Dayak Pampang di Samarinda, Pantai Amal di Kota Tarakan, Pulau Kumala di Tenggarong, dan lain-lain. Di kalimantan timur kira-kira tumbuh sekitar 1000-189.000 jenis tumbuhan antara lain anggrek hitam yang harga per bunganya dapat mencapai 100.000-500.000 Tapi ada kendala dalam menuju tempat-tempat di atas yaitu transportasi. Banyak bagian di provinsi ini masih tidak memiliki jalan aspal, jadi banyak orang berpergian dengan perahu dan pesawat terbang dan tak heran jika di Kalimantan Timur memiliki banyak bandara perintis. Selain itu, akan ada rencana pembuatan Highway Balikpapan-Samarinda-Bontang-Sangata demi memperlancar perekonomian

[sunting] Sosial Kemasyarakatan

[sunting] Suku Bangsa


Tarian dari warga Suku Dayak Kenyah.
Kalimantan Timur memiliki beberapa macam suku bangsa. selama ini yang dikenal oleh masyarakat luas, padahal selain dayak ada 1 suku yang juga memegang peranan penting di Kaltim yaitu suku Kutai. Suku Kutai merupakan suku melayu asli Kalimantan Timur, yang awalnya mendiami wilayah pesisir Kalimantan Timur. Lalu dalam perkembangannya berdiri dua kerajaan Kutai, kerajaan Kutai Martadipura yang berdiri lebih dulu dengan rajanya Mulawarman, lalu berdiri pula belakangan kerajaan Kutai Kartanegara yang kemudian menaklukan Kerajaan Kutai Martadipura, dan lalu berubah nama menjadi kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Di Kalimantan Timur terdapat juga banyak suku suku pendatang dari luar, seperti Bugis, Jawa dan Makassar. Bahasa Jawa dan Bahasa Bugis adalah dua dari banyak bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Kalimantan Timur. Suku Bugis banyak mendiami Kalimantan, Samarinda, Sangatta dan Bontang. Sedangkan suku Jawa banyak mendiami Samarinda dan Balikpapan.

[sunting] Bahasa Daerah

Bahasa-bahasa daerah di Kaltim merupakan bahasa Austronesia dari rumpun Malayo-Polynesia, diantaranya adalah Bahasa Tidung,Bahasa Banjar, Bahasa Berau, dan Bahasa Kutai. Bahasa lainnya adalah Bahasa Lundayeh.

[sunting] Pariwisata, Seni dan Budaya

[sunting] Lagu Daerah

  • Burung Enggang (bahasa Kutai)
  • Meharit (Bahasa Kutai)
  • Sabar'ai-sabar'ai (Bahasa Banjar)
  • Anjat Manik (Bahasa Berau Benua)
  • Bebilin (Bahasa Tidung)
  • Andang Sigurandang (Bahasa Tidung)
  • Bedone (Bahasa Dayak Benuaq)
  • Ayen Sae (Bahasa Dayak)
  • Sorangan (Bahasa Banjar)
  • Lamin Talunsur (Bahasa Kutai)
  • Buah Bolok (Bahasa Kutai)
  • Aku Menyanyi (Bahasa Kutai)
  • Sungai Kandilo (Bahasa Pasir)
  • Rambai Manguning (Bahasa Banjar)
  • Ading Manis (Bahasa Banjar)
  • Indung-Indung (Bahasa Melayu Berau)
  • Basar Niat (Bahasa Melayu Berau)
  • Berampukan (Bahasa Kutai)
  • Undur Hudang (Bahasa Kutai)
  • Kada Guna Marista (Bahasa Banjar)
  • Tajong Samarinda (Bahasa Kutai)
  • Citra Niaga (Bahasa Kutai)
  • Taman Anggrek Kersik Luwai
  • Ne Poq Batangph
  • Banuangku
  • Kekayaan Alam Etam (Bahasa Kutai)
  • Mambari Maras (Bahasa Banjar)
  • Kambang Goyang (Bahasa Banjar)
  • Apandang Jakku
  • Keledung
  • Ketuyak
  • Jalung
  • Antu
  • Mena Wang Langit
  • Tung Tit
  • To Kejaa
  • Ting Ting Nging
  • Endut-Endut
  • Enjung-Enjung
  • Julun Lajun
  • Sungai Mahakam
  • Samarinda Kota Tepian (Bahasa Kutai)
  • Jagung Tepian
  • Kandania
  • Sarang Kupu
  • Adui Indung
  • Nasi Bekepor (Bahasa Kutai)
  • Nasib Awak
  • Tenau
  • Luwai

[sunting] Seni Suara

  • Bedeguuq (Dayak Benuaq)
  • Berijooq (Dayak Benuaq)
  • Ninga (Dayak Benuaq)
  • Enluei (Dayak Wehea)

[sunting] Seni Berpantun

  • Perentangin (Dayak Benuaq)
  • Ngelengot (Dayak Benuaq)
  • Ngakey (Dayak Benuaq)
  • Ngeloak (Dayak Benuaq)

[sunting] Agama

[sunting] Seni dan Budaya

[sunting] Musik

[sunting] Tarian

  • Tarian Bedewa dari suku Tidung (Kabupaten Nunukan)
  • Tarian Iluk Bebalon dari suku Tidung (Kota Tarakan)
  • Tarian Besyitan dari suku Tidung (Kabupaten Malinau)
  • Tarian Kedandiu dari suku Tidung (Kabupaten Bulungan)
  • Tarian Gantar dari Suku Dayak Benuaq
  • Tarian Ngeleway dari Suku Dayak Benuaq
  • Tarian Ngerangkaw dari Suku Dayak Benuaq
  • Tarian Kencet dari Suku Dayak Kenyah
  • Tarian Datun dari Suku Dayak Kenyah
  • Tarian Hudoq dari Suku Dayak Wehea
  • Tarian Kejien dari Suku Dayak Wehea
  • Belian
  • Tarian jepin Ujang Bentawol Suku Tidung (Kota Tarakan)
Penyembuhan Penyakit:
Tolak Bala / Hajatan / Selamatan:
Perkawinan:

[sunting] Senjata Tradisional

[sunting] Upacara Adat Kematian

[sunting] Referensi

  1. ^ a b http://www.bappeda-kaltim.com/geografi.php
  2. ^ BPS Kaltim
  3. ^ a b c http://www.indonesia.go.id/index.php/content/view/341/869/
  4. ^ http://kaltim.bps.go.id/
  5. ^ http://kaltim.bps.go.id/KDA09/09-5.pdf
  6. ^ (ms)Johannes Jacobus Ras, Hikayat Banjar halaman 350, diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh, Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Lot 1037, Mukim Perindustrian PKNS - Ampang/Hulu Kelang - Selangor Darul Ehsan, Malaysia 1990.
  7. ^ (id) Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia- Belanda 1635-1860, Penerbit Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat 1965
  8. ^ Burhan Djabier Magenda, East Kalimantan: The Decline of a Commercial Aristocracy, Equinox Publishing, 2010, ISBN 602-8397-21-0, 9786028397216
  9. ^ Menjadi Gubernur Swatantra Tingkat I Kaltim.
  10. ^ Pada tahun 2006 diberhentikan karena kasus korupsi.
  11. ^ Sebelumnya menjadi wakil gubernur hingga pada tahun 2006 menjadi Pelaksana Tugas Gubernur menggantikan Suwarna A.F. yang ditahan karena kasus korupsi. Kemudian, pada tanggal 10 Maret 2008, Yurnalis Ngayoh dilantik menjadi Gubernur Kaltim hingga bulan Juli 2008.
  12. ^ Sebagai Pejabat Gubernur Kalimantan Timur karena Pilgub Kaltim 2008 berlangsung 2 putaran sehingga gubernur baru tidak bisa dilantik yang rencananya pada bulan Juli 2008 menjadi bulan Desember 2008 setelah Pilgub Kaltim 2008 selesai.
  13. ^ Dilantik sebagai Gubernur Kaltim pada tanggal 17 Desember 2008 setelah memenangkan perolehan suara pada Pilgub Kaltim 2008 putaran kedua.
  14. ^ Profil Kalimantan Timur di Indonesia.go.id

[sunting] Lihat pula

[sunting] Pranala luar

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)