You Might Also Like

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Diskominfo Gelar Pembinaan Warnet Dan Radio Komunitas

Ratusan orang yang terdiri dari pengusaha warung internet (warnet) dan Radio Komunitas di wilayah Kabupaten Bogor menghadiri acara pembinaan dan pembentukan asosiasi warnet dan radio komunitas se – Kabupaten Bogor, Kamis, (24/11/2011).

Acara ini digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bogor, di ruang Serbaguna 2 Gedung Setda Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor. Acara ini rencananya dibuka oleh Bupati Bogor, namun dikarenakan berhalangan hadir maka pembukaan acara ini diwakili oleh Asisten Bupati Bidang Kesra, Benny Delyuzar.

Dalam sambutannya, Benny Delyuzar, mengatakan melalui acara pembinaan ini dan pembentukan asosiasi pengusaha warnet dan radio komunitas ini dapat mencurahkan ide – ide kreatif dalam dunia teknologi informasi. “Semoga melalui acara pembinaan dan pembentukan asosiasi warnet dan radio komunitas ini, dapat mencurahkan ide – ide kreatif terutama pada bidang teknologi internet dan radio komunitas,” ungkapnya.

Ia juga menghimbau agar radio komunitas memiliki kegiatan yang dapat mendekatkan diri dengan masyarakat. “Saya meminta setiap radio komunitas memiliki kegiatan off air disamping kegiatan on air, dikarenakan melalui kegiatan tersebut dapat mendekatkan diri dengan masyarakat,” himbaunya.

Benny juga mengharapkan para undangan yang hadir dapat mengikuti acara ini secara maksimal, agar nantinya dapat timbul sinergi antara Pemerintah Daerah (Pemda) dengan pengusaha warnet dan radio komunitas. “Saya berharap para undangan dapat mengikuti acara ini dengan baik, sehingga dapat timbul sinergitas antara Pemda dan dan pengusaha warnet serta radio komunitas,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor, H. Tb. A. Luthfi Syam, mengatakan kegiatan ini dapat menjadi jalan keluar bagi permasalahan yang selama ini ada pada para pengusaha warnet dan radio komunitas. ”Melalui pertemuan ini mudah – mudahan dapat memberikan jalan keluar bagi permasalahan – permasalahan yang ada di tengah – tengah para pengusaha warnet dan radio komunitas,” kata Luthfi.

Luthfi juga mengungkapakan alasan menghadirkan perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor, yaitu untuk menaungi kegiatan – kegiatan usaha warnet dan radio komunitas. “Saya sengaja mengundang perwakilan dari KADIN Kabupaten Bogor, agar dapat menaungi kegiatan – kegiatan usaha dari warnet dan radio komunitas. Selain itu, saya juga ingin para pengusaha warnet dan radio komunitas ini ada di tempat yang terhormat,” ungkap Luthfi.

Kiki, salah seorang pengusaha warnet asal Pabuaran Cibinong, mengatakan sangat mendukung kegiatan ini terutama sebagai wadah para pengusaha warnet di wilayah Kabupaten Bogor. “Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini, terutama mengenai pembentukan asosiasi pengusaha warnet dikarenakan kami sangat membutuhkan asosiasi tersebut sebagai wadah bagi kami untuk memecahkan permasalahan – permasalah yang ada,” katanya.

Acara ini turut menghadirkan seorang psikolog dan pemerhati kegiatan sosial, Dra. Ida Chrysanti, sebagai pembicara mengenai dampak dari penggunaan internet. (ari/als)

5.905 Motor Buat Lurah dari APBD Berstiker 'Bantuan Gubernur Jabar'

Bandung - Pemprov Jabar membagikan 5.905 unit sepeda motor kepada Kepala Desa dan Lurah di seluruh Jabar. Pada bagian sayap depan kiri-kanan sepeda motor, terdapat stiker berlogo Jabar yang bertuliskan 'Bantuan Gubernur Jabar 2011'. Sedangkan di body kiri-kanan terpampang gambar Gedung Sate.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan hibah sepeda motor dari Pemprov Jabar untuk 26 kabupaten/kota ini sebagai pengganti bantuan serupa yang dilakukan gubernur sebelumnya.

"Bantuan sepeda motor Pa Nuriana (mantan Gubernur Jabar) pada 2003 itu sudah lawas, usianya sudah 10 tahun. Rata-rata (sepeda motor) rusak," ujar Heryawan di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Kamis (24/11/2011).

Ia menyampaikannya usai acara serah terima hibah sepeda motor dari Pemrov Jabar kepada pemerintah kabupaten/kota untuk disalurkan kepada pemerintah desa/kelurahan.

Disinggung soal stiker bertuliskan "Bantuan Gubernur Jabar 2011", Heryawan menyatakan itu tak masalah. "Memang bantuan Gubernur. Gubernur itu kan merupakan lembaga, sama seperti DPRD. Itu (stiker) enggak salah. Memang personifikasinya Ahmad Heryawan, karena saya saat ini menjabat. Kalau di stiker tertulis 'Bantuan Ahmad Heryawan', itu baru salah. KPK bisa masuk," jelasnya sembari tersenyum.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dana hibah dari APBD 2011 untuk 5.905 unit sepeda motor ini sebesar Rp 85 miliar. "Bantuan hibah barang ini Pemprov yang membeli, lalu dipakai untuk (kepala) desa, lurah, serta aparaturnya," ucap Heryawan.

Dia menambahkan, diharapkan hibah sepeda motor itu bisa mempermudah tugas pokok dan fungsi aparat di daerah-daerah. Selain itu, sambung Heryawan, tujuan penting lainnya yakni agar kinerja para kepala desa dan lurah semakin baik.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Jabar Dadang Mohamad menjelaskan rincian hibah sepeda motor itu yakni 5.267 unit untuk pemerintah desa dan 638 unit untuk pemeritah kelurahan.

"Harga per unit itu sudah termasuk BPKB dan STNK, jadi tak ada pungutan yang dibebankan kepada pemerintah desa dan lurah," ungkap Dadang.

Dadang menuturkan, hibah kendaraan roda dua bagi 26 kabupaten/kota di Jabar ini mekanisme pengadaannya diserahkan kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) melalui proses lelang. Penyerahan simbolis tadi diberikan kepada empat daerah yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.

"Sedangkan daerah lainnya mulai besok hingga 10 Desember mendatang," terang Dadang.


Sumber : detikcom


Farisa, Balita Penderita Tumor Mata Meninggal Dunia

Bandung - Farisa Julaeka (2), bayi asal Garut yang menderita tumor mata (retinoblastoma) meninggal dunia sekitar pukul 16.45 WIB, Kamis (24/11). Sebelumnya, Farisa telah diambil sumsum tulang belakangnya serta menjalani kemotherapi.

Kabar duka itu disampaikan ayah Farisa, Ahmad Kusnadi (36) melalui telepon selulernya. "Anak saya Farisa meninggal dunia jam 16.45 WIB," ujar Ahmad dengan suara lemah, Kamis (24/11/2011).

Ia mengatakan, Farisa meninggal setelah menjalani tindakan pengambilan sumsum tulang belakang di RS Hasan Sadikin Bandung. Pengambilan sumsum tulang belakang tersebut dikatakan Achmad dilakukan untuk memeriksa kadar kanker yang diderita anaknya.

"Hari ini Farisa menjalani pengambilan sumsum tulang belakang, lalu katanya pernapasannya tersendat," tuturnya.

Sebelumnya, pada Rabu (23/11) Farisa disebutkan Ahmad telah menjalani kemoterapi di RSHS. Ia telah masuk ke RSHS sejak Rabu (16/11) dan telah menjalani berbagai tahap persiapan kemotherapi seperti pemeriksaan darah dan lainnya.

Farisa merupakan anak kedua dari Ahmad Kusnadi (36) dan Iim Rohimah (37). Kondisi Farisa memprihatinkan. Kedua belah matanya sejak Februari 2011 lalu tak bisa melihat. Bahkan sejak awal September lalu, muncul benjolan yang keluar dari kelopak dalam mata sebelah kanan. Saat ini benjolannya makin membesar, meluas hingga ke daerah dahi dan pipi kanannya. Pengobatan Farisa banyak dibantu pembaca detikcom yang mengirimkan bantuan langsung kepada Ahmad.


Sumber : detikcom

Tahun Ini Ada 1.500 Aduan Jaksa Nakal

JAKARTA, KOMPAS.com — Jaksa Agung Muda Pengawasan Marwan Effendy menyatakan, sepanjang tahun 2011 Komisi Kejaksaan Agung telah menerima sebanyak 1.500 laporan dari masyarakat terkait jaksa yang melakukan penyimpangan.

Hingga September tahun ini, pengaduan yang telah diselesaikan sebanyak 196 laporan dan jaksa bermasalah telah dikenai sanksi. Jumlah 196 itu kebanyakan di wilayah Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

"Memang ada yang melapor pemerasan, penyuapan, dan sebagainya. Tapi, tidak semua laporan itu dilengkapi dengan bukti sehingga kita kesulitan. Jadi kadang hanya keterangan dari pelapor saja," ujar Marwan di Jakarta, Kamis (24/11/2011).

Menurutnya, jika kasus yang ditutup tersebut ada tambahan bukti berupa indikasi pelanggaran, Kejagung siap membuka kembali aduan yang dilaporkan masyarakat.

"Karena tidak ada bukti yang mendukung ya kita tutup (aduannya). Tapi sewaktu-waktu nanti ada bukti yang mengarah ke sana, misalnya transfer dan sebagainya atau ada saksi melihat, ada fotonya, kita buka kembali," tegasnya.

Ia menyatakan, Kejagung tak membenarkan adanya penyimpangan, terutama menerima suap yang dilakukan oknum aparatur kejaksaan karena minimnya biaya untuk menangani perkara.

Kejagung, kata Marwan, selalu menggelontorkan dana yang diminta kejaksaan tinggi ataupun kejaksaan negeri yang kekurangan biaya perkara. "Saya rasa itu tidak bisa dijadikan alasan. Mereka biasanya minta Kejagung. Pak Jaksa Agung (Basrief Arief) mendrop dana dari dana-dana lain yang ada, walaupun tidak ada alokasinya kita harus penuhi. Kalau enggak, nanti enggak jalan sidangnya," jelasnya.

Dengan adanya 1.500 pengaduan ini, tutur Marwan, pihaknya akan memperbarui pejabat struktural yang selama ini mengabaikan kewajiban pengawasan melekat (waskat) yang dibebankan pada setiap aparatur kejaksaan. Selain itu, akan dicanangkan Indeks Penilaian Kinerja Jaksa (IPKJ) untuk mencegah jaksa yang "makan gaji buta"."Selama ini waskat itu diabaikan, makanya tahun ini dicanangkan lewat buku, buku waskat. Nah kita ingin setiap hari ini ditulis dan nanti dilaporkan. Demikian ini bisa mengeliminir karena kalau menghilangkan sama sekali (jaksa nakal) susah juga ya, karena watak orang itu. Watak sudah rusak, mau diapain juga susah. Saya minta ada apel pagi sore, untuk IPKJ. Jadi jangan enak saja bolos-bolos, tapi dapat remunerasi. Nanti akan dilaporkan ke Jamwas," pungkasnya.

5 Nenek Penggondol Emas diciduk Polisi

MAGELANG, Komplotan spesialis pencuri emas di Magelang, Jawa Tengah, dibekuk polisi, Rabu (23/11). Para pencuri yang sudah berusia lanjut itu tak dapat berkutik saat polisi memberikan bukti rekaman kamera pengintai atau CCTV.

Dari rekaman itu terlihat kelima nenek itu terlihat tengah beraksi di sebuah mal terbesar di Magelang. Kelima pelaku mencoba mengelabui pemilik toko. Sementara seorang lainnya bertindak mengambil emas yang sudah disisipkan di tangannya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti emas batangan seberat 70 gram, timbangan dan alat pelebur emas. Kini, para nenek ini terpaksa harus berurusan dengan polisi. Atas perbuatan tersebut mereka terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Bangunan Diatas Saluran Dititik Adipura menjamur

Bangunan maupun lapak serta PKL di jalur titik Adipura di Jakarta Utara kian menjamur. Begitu juga kondisi semerawut dan jorok membuat kesan kumuh. Padahal wilayah Jakarta Utara tercatat sebagai salah satu wilayah yang mendapatkan prestasi Adipura.

"Ini gimana mas! katanya di kawasan ini titik Adipura, tapi kok itu diatas saluran banyak orang yang berdagang" kata Mustori 27, warga Jalan Mangga Gg 3, Lagoa, Koja.

Hasil pantauan di sejumlah titik lokasi Adipura yang marak lapak dan PKL di atas saluran adalah sepanjang Jalan Kramat Jaya, Koja, Jalan Raya Plumpang-Semper, Jalan Yos Sudarso, Jalan Pluit Raya Selatan, Jalan Raya Pluit, Penjaringan,Jalan Budimulya Pademangan, Jalan Sungai Landak Cilincing dan sejumlah akses jalan yang jadi titik nilai Adipura."Saya sangat menyayangkan, waktu penilaian akses jalan ini jadi bersih dan rapi, tapi setelah penilaian, kok malah kian merajalela PKLnya " geram Budi 34, warga Jalan Pluit Raya Selatan, Penjaringan.

Sementara itu, sejumlah pejabat, Sudin, Camat,lurah dan puskesmas langsung mengadakan rapat evaluasi mengenai persiapan dan pembenahan di sejumlah titik Adipura yang dipimpin langsung oleh Bambang Sugiono Walikota Jakarta Utara."Iya mas! saat ini sedang membahas masalah persiapan wilayah menjelang penilaian Adipura tahap II" cetus Totok Ediastopo lurah lagoa, Koja sesaat memasuki ruang rapat di lantai II Walikota Jakarta Utara.


Andika Kangen Band Daftarkan Gugatan Cerai

      Andika Kangen Band Daftarkan Gugatan Cerai
      "Perceraian ini kan mungkin sudah tidak ada kecocokan lagi. Saya tahu dan melihat, sebenarnya Bunga masih sayang sama Andika dan tidak buat salah apa-apa. Andika tetap ngotot untuk minta cerai, saya belum bisa kasih pernyataan soal apapun, karena sidang mediasi juga belum ada. Mungkin suatu saat saya akan 'pinjam' Andika dari Lido untuk dimediasi. Bunga sebagai pihak tergugat belum banyak bicara," ujar kuasa hukum Andika, Ferry Juan, kepada wartawan di Flora and Garden Cafe Hangar, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (15/3). Bicara proses perceraian sendiri diakui oleh Bunga memang sudah ada kesepakatan antara keduanya. Bagi Bunga, biarkanlah proses perceraian antara dirinya dengan Bunga berjalan dengan lancar sesuai kesepakatan keduanya. "Ini kesepakatan bersama, kita nggak cocok, biar semua mengalir, semua masalah selesai, kalau dipaksain susah. Kita minta semua baik-baik saja, pisah baik-baik, proses tetap berjalan dengan baik," ujarnya "Pokoknya saya akan upayakan proses cerai yang cepat dan baik," pungkas Ferry Juan.   (kpl/adt/bun)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)