You Might Also Like

Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Sopir Metromini: Meski Kami Zombie Tapi Dibutuhkan Penumpang

Tanjung Priok- Sebelumya Wagub DKI Jakarta Ahok menjelaskan tentang keberadaan metromini yang sudah tidak layak jalan dan kerap melanggar Lalulintas. Bahkan diibaratkan seperti Zombie.
"Orang kalau udah mati, hidup lagi, namanya Zombie kan. Itu Metromini udah enggak layak jalan semua. Kayak Zombie itu," ujar Ahok Wakil Gubernur DKI Jakarta  di Balaikota
Kontan membuat awak sopir metromini gusar. Seperti disampaikan Uri dan Rudi awak sopir Metromini T 41 Jurusan Tg Priok- Pulogadung menuturkan soal pernyataan ahok menyamakan metromini dengan menyebutnya Zombie.
" Zombie itu orang sudah mati hidup lagi, rupanya sangat jelek. Tetapi metromini ini masih dibutuhkan masyarakat. Dan Setiap tahun kami melakukan perbaikan" kata Rudi Sopir.  Ia juga menyayangkan pernyataan tersebut seolah-olah metromini kendaraan yang menakutkan dan rusak. " Lalu apa yang sudah diperbuat Pemda Dengan kami. Jangan cuma menyalahkan saja" ujarnya.
Begitu juga disampaikan Uri 38, Sopir Metromini lainnya. Jika kendaraannya seperti Zombie sudah dari dulu ditinggal penumpangnya. Nyatanya penumpang masih menaikinya. Lagipula Pemda DKI sendiri belum berbuat banyak kepada kami. "Yaa urus saja dulu kemacetan yang banyak dikuasai mobil pribadi. Yang dampaknya macet bikin kami sengsara" ujarnya.

Waspada! Banyak Calo Pencari Kerja Berkeliaran di KBN

Meskipun banyak perusahaan di KBN Cakung, Cilincing banyak yang henkang, namun tak menyurutkan korban PHK di KBN untuk memburu pekerjaan di perusahaan yang baru di dalam kawasan itu. Seperti di PT Golden Forever salah satu pabrik garmen yang baru beroperasi di KBN.
Namun adanya perusahaan baru ini dimanfaatkan para calo untuk mengambil kesempatan kepada pelamar untuk meminta uang.
"Disini banyak calo pak! berkeliaran. Mereka menawarkan jasa bisa memasukkan kerja asal ada uang pelicin" kata Santi 23, pelamar kerja yang juga korban PHK dari PT Kiung Shung.
Dijelaskan Santi, beberapa hari lalu para calo ini sempat diamankan petugas satpam karena ulahnya menipu para pelamar kerja.
Menanggapi hal ini Mujiono Kasudin Nakerttans Jakarta Utara meminta kepada pihak manajemen perusahaan yang baru agar melaporkan penerimaan pekerjanya kepada sudin untuk pendataan. " Kita ini tak pernah menerima laporan adanya penerimaan masuk tenaga kerja baru. Tetapi ketika ada persoalan pihak kami selalu menjadi penengahnya" tuturnya.
Mujiono, meminta kepada pelamar kerja untuk berhati-hati jika ada calo yang menawarkan jasa kerja dengan meminta uang segera laporkan ke polisi.

Truk Kontainer Bodong Marak Berkeliaran di Jakut

Cilincing- Maraknya truk-truk kontainer yang tidak mengantongi surat-surat kendaraan alias bodong marak beroperasi. Selain mengganggu pendapatan awak sopir angkutan lain juga menyebabkan kemacetan. Herannya keberadaannya justru dibiarkan.
"Mereka itu jumlahnya banyak,selain mengganggu juga mengurangi pendapatan para awak sopir yang betul-betul ikut aturan" kata Jaja 47, sopir truk kontainer Jaya Trans Utama.
Pasalnya truk-truk yang bodong ini biasanya menawarkan jasa angkutan lebih murah.
Menanggapi hal ini, Budiono Kasie Penertiban Sudinhub Jakarta Utara menjelaskan,truk bodong yang dimaksud adalah surat-suratnya mati dan tidak layak jalan. Pihaknya setiap hari melakukan penindakan pada truk-truk tersebut. "Kita terus lakukan penindakan jika melanggar.Bulan Oktober ini ada 4 truk yang terpaksa kita kandangkan karena suratnya mati dan tak mempunyai KIR" tungkasnya.
Ditambahkan Budiono, dalam bulan Oktober 2013 ini ada 262 kendaraan umum yang terjaring operasi gabungan maupun rutin. Mereka melanggar Peraturan lalulintas seperti parkir liar maupun tak bisa menunjukkan surat-surat kendaraanya.

TROLLING CUMI di Pulau Pramuka

Cumi bakar hmmm lezatnya, itu lah yang dibayangkan rekan-rekan mancing kami kali ini. Hari minggu, beberapa pemancing mengadakan wisata kepulau Pramuka di kepulauan seribu. Selain menikmati keindahan pulau mereka juga menyempatkan diri untuk mengajak anak-anak mereka untuk mancing ikan disekitar pulau tersebut dengan perahu mancing yang mereka sewa. Kebetulan dalam rombongan kali ini terdapat pemancing pemula hingga pengurus dan mantan pengurus dari Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia, biasa dikenal dengan FORMASI.
 
Keinginan untuk mancing ikan sudah timbul sejak berangkat dari pelabuhan Muara Angke, apalagi ditengah perjalanan terlihat segerombolan ikan tongkol sedang bermain dikejauhan. Peralatan mancing serta GPS pun sudah dipersiapkan rekan-rekan kita kali ini.
Begitu kapal yang membawa mereka bersandar didermaga, langsung saja mereka menuju penginapan yang mereka pesan untuk menaruh barang. Sementara beberapa anggota kelompok sibuk mencari kapal mancing untuk disewa, rekan yang lain balik kedermaga untuk memancing baronang. Begitu kapal sudah berhasil dibooking, semua peserta bersiap melaut kembali untuk mancing disekitar Pulau Pramuka.
Kapal mancing mulai meninggalkan dermaga pulau Peramuka, menuju keramba apung diseberang pulau untuk membeli umpan setelah itu langsung menuju spot kapal karam. Strike demi strike mulai terjadi walaupun ikan yang berhasil diangkat relatif kecil-kecil ukurannya (sebesar telapak tangan). Ketika strike mulai berkurang, kapten kapal memindahkan perahu ke spot lain sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk trolling tongkol. Karena trolling tongkol ini tidak membuahkan hasil, kapten kapal mancing membawa kapal menuju rumpon yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pulau. Beberapa strike berhasil diselesaikan dengan baik. Walaupun ikannya tetap berukuran kecil, hal ini membuat ketiga orang anak yang ikut mancing dengan mereka gembira.
Hari milai gelap, mereka memutuskan untuk kembali kepulau. Salah satu dari mereka berpesan kepada sang kapten kapal agar kapal diturunkan kecepatannya jika lewat diatas gugusan karang didekat pulau karena mereka ingin mancing cumi dengan teknik trolling. Kapal mendekati pulau tepat di atas terumbu karang kapal melambat. Beberapa kapela ukuran besar diturunkan untuk ditrolling, tak berapa lama terdengar teriakan yang membuat heboh seisi kapal "STRIKE...." Salah seorang pemancing berhasil menaikan cumi karang sebesar botol aqua sedang. Dua menit kemudian terdengar teriakan strike dari peserta lain dan dia pun berhasil menaikan cumi karang walaupun ukurannya lebih kecil. Setelah itu pemancing yang lain berhasil strike juga tetapi sayang sekali mereka belum berhasil menaikan cumi alias moncel. Kapal akhirnya merapat didermaga.
Sesampai dipenginapan cumi hasil mancing pun mereka bakar dan makan ramai-ramai. Rasa lezat cumi yang masih fresh kemudian dipanggang tidak ada duanya. Dagingnya terasa lebih manis dibanding cumi yang tidak fresh lagi kemudian dibakar.
Rasa penasaran dengan hasil mancing cumi sebelumnya membuat 3 orang dewasa dan 1 anak kecil kembali menyewa perahu mancing untuk trolling cumi. Acara mancing malam itu tidak berlangsung lama karena bulan tertutup awan tebal dan hujan mulai mengguyur. Hasil yang mereka dapat 11 ekor cumi karang besar-besar dalam waktu 2 jam.

 


Sumber : mancinggembira

Soal Keluhan Macet SBY, BTP Santai

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak tersindir dengan ucapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengatakan bahwa kemacetan merupakan urusan kepala daerah masing-masing. Menurutnya, SBY sudah lama mengomentari soal kemacetan Jakarta.
“Enggaklah. Pak SBY kan sudah mulai ngomong ini dari zamannya Pak Fauzi Bowo. Enggak nyindir menurut saya,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (6/11/2013).
Basuki menjelaskan, SBY telah menugaskan Gubernur Jokowi dan dirinya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah lama yang belum terselesaikan, yaitu kemacetan. Selain itu, Wakil Presiden Boediono juga selalu mendukung langkah Pemprov DKI dalam mengatasi kemacetan.
Basuki sebelumnya juga mendukung kebijakan mobil murah yang dikeluarkan oleh pemerintahan SBY. Pada saat Pemprov DKI sedang menyiapkan pengadaan sejumlah transportasi massal pada akhir 2013 dan awal 2014 untuk mengurai kemacetan Jakarta, PP Nomor 41 Tahun 2013 tentang Regulasi Mobil Murah atau low cost green car (LCGC) malah keluar.
Dengan peraturan tersebut, mobil dengan kapasitas di bawah 1.200 cc dan mobil yang mengonsumsi bahan bakar setidaknya 20 kilometer per liter dipasarkan jauh lebih murah dengan perkiraan harga mencapai Rp 100 juta saja.
Basuki melihat kebijakan pemerintah pusat lainnya tentang transportasi dan antisipasi kemacetan Ibu Kota mendukung kebijakan Pemprov DKI. “Buat ERP, pemerintah kasih PP, termasuk kereta api jalan layang, mereka bantu dan penambahan gerbong kereta api juga mereka bantu,” kata Basuki.
Sebelumnya, SBY mengatakan, seharusnya kepala daerah setempat bertanggung jawab soal kemacetan. Pernyataan SBY dilontarkan seusai mendapat keluhan dari pejabat tinggi negara lain soal kemacetan di Jakarta yang cukup parah.
“Yang harus jelaskan gubernurnya, wali kotanya. (Solusi dari kepala daerah) Begini Pak, konsep kami. Pemerintah pusat bisa membantu, memberikan kemudahan-kemudahan. Efeknya kan banyak sekali macet 3 jam, 4 jam,” ujar SBY.[Kompas.com]

Revitalisasi Kota Tua, Jokowi Mulai dari 8 Hektar Pertama


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, konsorsium Kota Tua yang telah dibentuk akan mulai merevitalisasi 8 hektar kawasan Kota Tua dari total luas 280 hektar. Revitalisasi tahap awal itu dilakukan di kawasan Museum Sejarah Jakarta Fatahillah, Jakarta Barat.
 

“Kita ingin buat contoh dulu. Dalam enam bulan (mulai Maret 2014), 8 hektar yang ada di pusatnya dulu,” ujar Jokowi di Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis(24/10/2013) pagi.

Ia mengatakan, revitalisasi itu akan diserahkan kepada konsorsium yang terdiri dari BUMN, swasta, serta Pemprov DKI Jakarta. Gedung-gedung milik swasta akan dipercantik oleh pihak swasta dibantu oleh BUMN. Adapun bangunan milik Pemprov DKI akan dipercantik oleh Pemprov DKI. Pemprov DKI juga akan memperkuat infrastruktur berupa trotoar, jalan, taman, penerangan jalan, hingga penataan pedagang kaki lima.

“Setelah gedung-gedungnya direkonstruksi, dicat, yang paling penting juga mengisinya dengan kegiatan, baik seni budaya atau yang lain. Manajemen lighting-nya digarap. Kalau pusatnya bagus, baru bergerak ke sekeliling,” ujar Jokowi.

Jokowi berharap revitalisasi pusat kota tua itu dapat menjadi contoh penataan kawasan lain di Kota Tua. Jokowi mengatakan, sebuah kota harus memiliki sesuatu yang berbeda di bidang pariwisata. Ciri khas itu dapat dijadikan sebagai suatu brand dan menjadi potensi kekuatan sebuah kota dibanding kota lain.

Konsorsium revitalisasi Kota Tua telah dibentuk pada pertengahan Oktober 2013. Konsorsium ini terdiri dari kalangan swasta, BUMN, dan Pemprov DKI Jakarta dan akan mulai bekerja merevitalisasi kawasan bersejarah Kota Tua pada Maret 2014.[Kompas.com]

Sumber : http://ahok.org

Perjuangan Anak Sekolah di Pulau Seribu

Perjuangan menimba ilmu. inilah salah satu angkutan tradisional masyarakat kepulauan seribu,Prov.DKI Jakarta. setiap pagi dan sore hari para pelajar harus menaiki kapal ini sebab sekolah mereka ada di pulau lain.

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)