You Might Also Like

Tampilkan postingan dengan label Jakarta Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta Barat. Tampilkan semua postingan

Industri Rumahan Ekstasi di Tambora Digerebek


Sebuah rumah yang dijadikan tempat pembuatan pil ekstasi di Jl Tubagus Angke, Gg Siaga, RT 09/04, Tambora digerebek aparat Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat, Rabu (16/10). Dari tempat itu, petugas berhasil menyita ribuan pil ekstasi siap edar.

Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Fadil Imran mengatakan, penggerebekan tersebut berawal dari penangkapan dua tersangka berinisial JK dan GY di sebuah tempat hiburan malam di Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Dari kedua tersangka, petugas berhasil menyita satu paket narkotika jenis sabu-sabu dan 48 butir pil ekstasi. "Kedua tersangka yang kami tangkap mengaku mendapatkan narkoba dari pasangan suami istri  yang tinggal di Tambora. Dari informasi tersebut barulah kami melakukan penggerebekan ini," ujar Fadil, di lokasi penggerebekan, Rabu (16/10).

Dikatakan Fadil, saat penggerebekan dilakukan, ternyata pasangan suami istri berinisial HY dan HI ini merupakan otak pembuatan pil ekstasi. Sayangnya, saat petugas datang, keduanya ternyata sudah berhasil melarikan diri. Alhasil, petugas hanya menyita sebuah mesin cetak pembuat ekstasi dan ribuan pil ekstasi siap edar, airsoft gun, bahan-bahan pembuat ekstasi, dua kamera CCTV dan lain sebagainya.

"Pasutri tersebut kini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kegiatan memproduksi serta mengedarkan pil ekstasi ini sudah dilakukan keduanya selama empat bulan terakhir," ucap mantan Kasat Jatanras Polda Metro Jaya ini.

Dalam sehari, lanjut Fadil, industri rumahan ini mampu memproduksi 300 butir pil ekstasi dengan omset mencapai Rp 90 juta. "Di lingkungan warga, kedua pasutri ini juga tertutup sehingga dapat leluasa menjalankan aktifitasnya," tandasnya. 


Sumber : http://beritajakarta.com

Banyak Hidran di Jakbar Rusak


Maraknya kasus kebakaran di Jakarta Barat, ternyata tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran yang memadai. Tercatat, dari 161 hidran di Jakarta Barat, hanya 30 persen yang masih berfungsi. Sedangkan selebihnya rusak atau suplai airnya kecil.

“Kondisi tersebut sebenarnya bukan saja hanya di wilayah Jakarta Barat, tapi juga hampir seluruh jaringan hidran di DKI,” ujar Bambang Condro Pramono, Kasie Sarana dan Prasarana Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Barat, Rabu (25/9).

Bambang menambahkan, selama ini pipa-pipa jaringan air hidran, menyatu dengan jaringan pipa-pipa air. Namun, sayangnya air yang keluar kecil. Padahal, kebutuhan tekanan air atau bar untuk hidran bisa menyemprot minimal dua bar.

Untungnya, selain mengandalkan jaringan air hidran basah (dari PAM), pihaknya juga menggunakan hidran kering yang persediaan airnya ditaruh di kendaraan- kendaraan operasional. Hanya saja, jaringan hidran kering di Jakarta Barat, baru ada di Pekapuran, Tanah Sereal dan Tambora yang dibangun tahun 2003.

Tahun ini rencananya pihaknya akan membangun jaringan hidran kering sepanjang 700 meter pada dua titik di kawasan Kelurahan Jembatan Lima. Sedangkan Dinas Damkar dan PB DKI akan membangun jaringan hidran kering di tiga titik di kawasan Tambora.

"Pemprov DKI juga berniat membangun hidran basah. Air yang digunakan air kotor saja sehingga bebas pencurian air,” ucapnya.

Bambang mengatakan, rusaknya sarana dan prasarana pemadam kebakaran, selain karena usia yang sudah lama, juga karena pencurian. "Kopling hidran sering hilang. Bahkan pipa hidran pun ikut hilang. Untuk Jakarta Barat dana pemeliharaan hidran juga cuma Rp 50 juta per tahun. Tenaga pengawas hidran juga sangat minim, sementara warga tidak peduli,” jelas Bambang.


Sumber : http://beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=56247

Polisi Palmerah Tangkap Dua Gadis Pengedar Narkoba

Polisi Polsek Metro Palmerah membekuk lima anggota sindikat pengedar narkotika, dua diantaranya adalah gadis ABG yang masing-masing berusia 15 tahun dan 17 tahun. Kelima tersangka tertangkap tangan membawa narkotika jenis sabu-sabu dan ganja.

Gadis ABG tersebut menjalankan peredaran narkoba bersama dengan tiga orang kurir. Kelimanya kedapatan membawa ganja seberat 850 gram dan sabu-sabu 9 gram. Untuk mengelabuhi petugas, pelaku menaruh sabu-sabu dalam kotak permen dan ganja dalam bungkusan koran.

Informasi dari Kasi Humas Polsek Metro Palmerah, Aiptu Bahrun, Jumat (11/02/2011), para pelaku tertangkap tangan memiliki sabu-sabu dalam kotak permen. Setelah dikembangkan, ditemukan juga narkotika jenis ganja.

Kini, Polsek Metro Palmerah masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringannya.

Warga Perumnas Cengkareng Protes Jalan Rusak

Sikap pengembang Perumnas Bumi Cengkareng Indah (BCI) yang tutup mata atas kerusakan jalan perumahan membuat warga RW 10 dan 15, Kelurahan Cengkarengtimur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, gerah dan mulai hilang kesabaran. Saking kesalnya, warga nekat memasang sejumlah spanduk di dalam kompleks berisi nada protes dan kecaman kepada pengembang.

“Kami sudah bosan dan lelah untuk memperjuangkan agar jalan tersebut segera diperbaiki,” kata Suroto, Ketua RW 15, Sabtu (20/11).

Dijelaskan Suroto, selain rusaknya jalan, warga juga mengeluhkan saluran air di kompleks yang tidak berfungsi. Akibatnya wilayah mereka kerap dilanda banjir.

”Kami sudah berulang kali mengadukan masalah tersebut, mulai walikota, Dinas PU, Perum Perumnas, DPRD hingga DPD. Tapi hingga kini tak satu pun yang menanggapi,” sesalnya.

Lurah Cengkareng Timur, Hanny Wahyuni mengungkapkan, untuk masalah ini pihaknya sejak setahun lalu sudah membahas dalam rapat bersama instansi yang berwenang di kantor walikota. Bahkan, tiga bulan lalu juga sudah ditinjau. “Pihak kelurahan kapasitasnya hanya fasilitator. Masalah itu sudah kami sampaikan dalam rapat di tingkat kota,” tandasnya. (ldc)

Ibu, Kami Menunggumu di Sini

Liputan6.com, Jakarta: Menjelang waktu makan siang, suasana di Panti Sosial Bina Grahita Belaian Kasih Sayang Pegadungan, Jakarta Barat, baru-baru ini, ramai. Para penghuni panti ini selalu makan bersama-sama. Usai makan, puluhan anak yang memiliki keterbatasan mental ini lalu bermain bersama di halaman.
Sebagian anak sudah bertahun-tahun ditampung di tempat ini. Namun, bagi sebagian lainnya, ini adalah lingkungan baru. Di panti ini, beberapa anak ada yang mampu mengingat dan merindukan orangtuanya. Namun, sebagian lain tidak.
Maya, Ilham, serta Aji adalah contohnya. Mereka baru tiba di panti ini. Mereka tak ingat bagaimana bisa sampai di tempat ini. keterbatasan ketiga anak ini membuat pengurus panti tak bisa mengorek informasi apapun. Untuk mempermudah panggilan, pengurus panti mengenakan nama Maya, Ilham, dan Aji kepada mereka.
Maya berusia sekitar delapan tahun. Ia menderita tuna grahita tipe mongolith. Sementara Ilham diperkirakan berusia lima tahun. Ia tak lancar berkomunikasi. Ia dibawa dari PSBI Ceger, 3 November lalu. Sedangkan Aji berusia sekitar empat tahun. Bocah ini juga tak lancar berkomunikasi. Ia dibawa dari panti balita Cipayung, 23 Septermber lalu.
Maya. Bocah berkulit putih ini mampu makan sendiri walaupun hasilnya berantakan. Tidak jarang ia membantu menuangkan makanan dan minuman ke seseorang yang ada di dekatnya. Sedangkan ilham sangat merindukan ibunya. Ia sering memegang erat tangan orang yang lebih dewasa dan tidak henti-hentinya memanggil mama. Dan Aji tak banyak bersuara. Di balik diamnya, ia menyimpan kepedihan seakan-akan tempat ini asing baginya.
Kini, ketiga anak ini hanya mampu menunggu. Mereka menghabiskan hari-harinya dengan bermain dan belajar bersama teman-teman barunya. Akankah keluarga mereka menjemput ketiganya Ataukah mereka harus menghabiskan waktu bertahun-tahun tanpa melihat keluarganya lagi.

SCTV
Telepon 021 - 27935555
ext 1211 dan 1214

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)