You Might Also Like

Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semarang. Tampilkan semua postingan

Gubernur Jawa Tengah Tolak Mobil Murah

Gubernur Jawa Tengah Tolak Mobil Murah
Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memboyong mobil murahnya yakni Astra Daihatsu Ayla. Mobil tersebut pun jadi primadona di booth Daihatsu yang mengusung tema besar Daihatsu Sahabatku atau Best Friend of Life . di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2012). (Tribun Jakarta/Jeprima)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara tegas menolak adanya rencana kebijakan pemerintah terkait dengan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC).
Ganjar hanya akan mendukung adanya mobil murah yang merupakan produk dalam negeri. "Kalau mobil murah buatan dalam negeri oke, tapi kalau hanya impor, kita tidak berdaulat namanya dan kita dijajah lagi dengan mobil murah itu," ujarnya seusai menghadiri seminar di Hotel Gumaya Semarang, Kamis (19/9/2013).
Menurut Ganjar, mobil murah tidak perlu masuk ke Indonesia. Sebab, hal itu justru akan menambah parah kemacetan yang ada. "Harusnya transportasi massal yang diperbaiki, infrastrukturnya, sehingga rakyat mendapatkan kenyamanan. Frekuensi lebih banyak, jangan malah dengan mobil murah bikin macet, apalagi di Semarang saya tidak rekomen itu," tandasnya.
Meski begitu, Ganjar belum akan mengajukan surat penolakan kepada Wakil Presiden Boediono. Ganjar pun mengatakan tidak akan gegabah dalam menyikapi rencana kebijakan tersebut. Hanya saja, dia jelas tidak setuju dengan rencana kebijakan yang dinilai tidak dibutuhkan masyarakat.
"Ngapain nyurat-nyuratin, ini juga belum berjalan, lagi cerita. Memangnya surat cinta. Tidak usah, nanti kita lihat saja dulu. Kalau nanti kebijakan itu dijalankan, kita akan merespons, tapi kalau tidak, ya kita tidak perlu gegabah," katanya.
Ganjar menambahkan, sikap dan pandangannya akan disampaikan melalui media. Selain itu, agar masyarakat tahu dan jangan sampai Indonesia hanya selalu dijadikan pasar seperti selama ini.(Puji Utami)

Sumber : http://www.tribunnews.com/

Korban Tewas Banjir Semarang Jadi Enam

SEMARANG - Salah seorang korban banjir yang terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Beringin di kawasan Mangkang, Kota Semarang, Selasa sore, ditemukan tewas dalam kondisi telah membusuk.

Mayat laki-laki yang berusia belasan tahun tersebut ditemukan oleh Hasan (33), warga RT 01 RW 01 Kelurahan Mangunharjo, Mangkang Wetan, Semarang, pada Kamis (18/11/2010) sekitar pukul 08.30 WIB di sebuah kolam ikan yang berjarak sekitar 100 meter dari rel kereta api.

"Awalnya saya hendak membersihkan kolam ikan namun tidak jadi setelah melihat benda seperti telapak tangan dan kaki manusia yang sudah dikerubuti belatung," katanya yang langsung memberitahu beberapa warga setempat.

Setelah memastikan bahwa benda yang ditemukan tersebut tubuh manusia yang berada di antara tanaman air dan potongan kayu sisa bangunan, saksi melaporkan ke Kepolisian Sektor Tugu dan Kepolisian Resor Kota Besar Semarang.

Menurut dia, saat ditemukan korban dalam posisi terapung dan tertelungkup di kolam ikan dengan bagian kepala menghadap ke arah timur serta sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap yang cukup menyengat.

Selain itu, korban juga mengenakan kaos biru, celana panjang warna gelap, dan ikat pinggang hitam.

Setelah pemeriksaan sementara selesai dilakukan kepolisian, mayat korban kemudian dibawa oleh beberapa anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang ke RSUP dr Kariadi Semarang untuk diotopsi.

Menurut keterangan beberapa warga di sekitar lokasi penemuan, korban diduga merupakan warga Kota Pekalongan, Jawa Tengah, yang berada di dalam mobil Suzuki APV bernomor polisi G 8786 GB yang terseret arus banjir hingga ke saluran air.

"Beberapa hari setelah banjir, ada satu keluarga asal Kota Pekalongan mencari keberadaan anggota keluarganya yang bernama M Kurniawan berusia 11 tahun, yang hilang," ujar Maryati (30), warga setempat.

Dengan penemuan mayat ini maka korban tewas dalam banjir yang terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Beringin di kawasan Mangkang, Kota Semarang, bertambah satu menjadi enam orang.

Kelima korban tewas yang sudah ditemukan, Yayuk (55), PNS Kabupaten Kendal, yang saat ditemukan di dalam mobil Toyota Starlet yang terseret banjir, serta dua anak dari suami istri Zaenuri dan Annah yakni Irfan (2) dan balita berumur dua bulan.

Kemudian, Mohammad Abdul Rozak (1,5) cucu Siti Aisah (50), warga Kampung Dondong, RT 01 RW 06 Kelurahan Wonosari, Ngalian, dan Suryati (25), warga Kelurahan Mangunharjo.

Sumber : Kompas.com

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)